Media Kampung – PSSI Aceh memberikan peringatan keras kepada seluruh perangkat pertandingan di Aceh untuk menaati regulasi yang berlaku. Pelanggar terhadap aturan organisasi terancam mendapatkan sanksi tegas sesuai ketentuan.
Sekretaris Umum PSSI Aceh, Nazaruddin, menegaskan bahwa wasit, pengawas pertandingan, dan panitia pelaksana wajib menjalankan tugas sesuai surat edaran resmi yang telah diterbitkan. Jika tidak dipatuhi, sanksi akan dijatuhkan.
Pengawasan akan diperketat pada seluruh turnamen di bawah rekomendasi resmi PSSI, termasuk di tingkat kabupaten dan kota. Regulasi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 023/PSSI-ACEH/IV/2026 yang mewajibkan setiap tim dipimpin pelatih berlisensi minimal D-PSSI dan memainkan minimal satu pemain muda kelahiran 1 Januari 2007 hingga 30 Desember 2010.
Nazaruddin menekankan bahwa regulasi ini penting untuk mendorong pembinaan usia muda dan meningkatkan kualitas kompetisi di Aceh. Ia mengingatkan agar perangkat pertandingan memiliki peran krusial dalam memastikan setiap ketentuan berjalan di lapangan.
PSSI Aceh juga mulai mempersiapkan Piala Soeratin 2026 yang mempertandingkan kategori U-13, U-15, dan U-17. Turnamen ini diharapkan menjadi ajang lahirnya bibit pesepak bola Aceh masa depan. Seluruh Askab dan Askot PSSI di Aceh diminta aktif mengawasi penerapan aturan dan mensosialisasikannya kepada klub peserta.
Dengan langkah ini, PSSI Aceh ingin pembinaan sepak bola berjalan berjenjang dan profesional. Semua pihak diharapkan mematuhi regulasi demi kemajuan sepak bola Aceh.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan