Media Kampung – Dalam beberapa hari terakhir, sebuah rumah yang terletak di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, mengalami fenomena aneh dengan terjadinya kebakaran misterius hingga 51 kali. Kebakaran ini terjadi secara sporadis dan membakar berbagai benda, termasuk kain, gabus, plastik, hingga kayu. Melihat situasi yang mengkhawatirkan ini, UGM dan Pemda DIY Telusuri Kebakaran Misterius 51 Kali di Rumah Sleman, dengan harapan dapat menemukan penyebab di balik kejadian yang membingungkan ini.

Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, menyatakan bahwa tim lintas disiplin dari UGM akan melakukan observasi di lokasi kebakaran pada hari Sabtu (30/5). Tim yang terdiri dari tujuh orang ini berasal dari berbagai disiplin ilmu, termasuk Teknik Mesin, Teknik Nuklir, Teknik Sipil, dan Geologi. Alva menjelaskan bahwa mereka akan melakukan observasi untuk melihat sumber kebakaran, lokasi kejadian, serta kondisi lingkungan di sekitar rumah tersebut.

“Observasi ini penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di lokasi,” ungkap Alva. Ia juga menambahkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi di beberapa tempat lain, yang kadang dipicu oleh faktor seperti gas metana, biogas, atau kebocoran instalasi. Namun, untuk kasus di Sleman, belum ada kesimpulan yang dapat diambil sebelum observasi dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti, juga turut memantau kebakaran misterius ini. Ia menjelaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dan PLN untuk menangani masalah ini. Tim dari PUPESDM DIY, bersama dengan instansi lain seperti UPN Veteran Yogyakarta, juga akan mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menurut Anna, wilayah Seyegan yang menjadi lokasi kebakaran didominasi oleh endapan Merapi Muda, yang terdiri dari pasir vulkanik, tuf, abu vulkanik, dan sedimen aluvial. “Kondisi geologi di sini tidak mendukung potensi adanya gas alam,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa berdasarkan pengamatan sementara, ada dugaan bahwa kebakaran ini mungkin disebabkan oleh akumulasi gas metana dari septic tank yang merembes ke permukaan tanah. Tanah di Seyegan yang porous memungkinkan gas untuk naik melalui pori-pori atau rekahan.

Mutviana, pemilik rumah yang mengalami 51 kali kebakaran, menuturkan bahwa kebakaran terjadi secara acak, baik di dini hari maupun siang hari. “Benda yang terbakar termasuk sofa, pintu, hingga tikar. Kebakaran yang paling besar terjadi pada sofa,” ungkapnya. Ia mengakui bahwa kejadian ini sangat menyeramkan dan sudah terjadi beberapa kali. “Ini sudah keempat kalinya, dan setiap kali kebakaran, kami merasa sangat takut,” tambahnya.

Dari semua informasi yang ada, kebakaran misterius ini mengundang perhatian banyak pihak, baik dari masyarakat maupun instansi terkait. UGM dan Pemda DIY Telusuri Kebakaran Misterius 51 Kali di Rumah Sleman dengan harapan penelusuran ini dapat memberikan pencerahan dan solusi bagi pemilik rumah serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.