Media Kampung – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara Gadjah Mada Tourism Fair (GMTF) 2026 dengan tema “Jelajah Melalui Lidah”. Acara ini berlangsung pada 7 hingga 8 Mei di Halaman Gedung Margono, FIB UGM, dan bertujuan memperkenalkan wisata gastronomi yang mengedepankan pengalaman kuliner lokal.

Dalam acara ini, pengunjung diajak menikmati beragam kuliner dari berbagai pulau di Indonesia, seperti Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Papua. Terdapat enam stand utama yang menyajikan makanan khas, termasuk soto Banjar, sate Padang, dan papeda. Selain mencicipi hidangan, pengunjung juga dapat belajar tentang budaya dan tradisi yang melatarbelakangi setiap makanan.

Kayla Diandra Anandita, Koordinator Umum GMTF 2026, menekankan pentingnya pengetahuan terkait kuliner. Pengunjung dapat bertanya tentang bahan dan cara pembuatan makanan yang mereka cicipi. Misalnya, mengapa papeda dibuat dari sagu dan bukan nasi, sehingga memberikan pengalaman yang lebih mendalam.

Dian, sapaan akrab Kayla, menjelaskan bahwa gastronomi memiliki peran signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Makanan merupakan bagian penting yang mampu menarik perhatian wisatawan, terutama dari luar negeri. “Turis asing sangat antusias mencoba rendang atau nasi goreng saat datang ke Indonesia,” ujarnya.

Melalui GMTF, Dian berharap program studi Pariwisata UGM semakin dikenal dan mahasiswa dapat mempelajari cara mengelola event pariwisata. Dr. Wiwik Sushartami, M.A., Ketua Prodi Pariwisata UGM, memberikan apresiasi kepada panitia yang sukses menyelenggarakan acara ini. Ia berharap pengalaman yang didapat dapat memperkuat jejaring untuk kegiatan mendatang.

Acara ini tidak hanya fokus pada kuliner, tetapi juga menjadi platform untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia. Dengan demikian, GMTF 2026 menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan potensi wisata gastronomi yang ada.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.