Media Kampung – Kondisi David Ozora kembali menjadi perhatian setelah Natalia Puspitasari dan Rudi Setiawan menyebut ada perubahan pada kemampuan kognitifnya usai menjadi korban penganiayaan Mario Dandy Satriyo. Dalam konferensi pers di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, Sabtu, keduanya menilai kondisi David tidak sepenuhnya sama seperti sebelum peristiwa tersebut.
Natalia mengatakan, secara fisik David tampak normal, tetapi ada perubahan yang menurutnya terlihat saat berinteraksi langsung. Ia menyebut kemampuan kognitif David mengalami kemunduran dan kondisi psikisnya juga berubah. Sementara itu, David sendiri mengaku tidak merasakan perbedaan tersebut secara langsung dan meminta agar hal itu ditanyakan kepada Natalia dan Rudi yang telah mengenalnya lebih lama.
Perubahan yang disebut saksi
Natalia menjelaskan bahwa perubahan David tidak selalu terlihat dari penampilan luar. Menurut dia, perbedaan baru terasa ketika berbincang langsung dengan David.
Rudi, yang mengaku mengenal David sejak sebelum penganiayaan karena berteman dengan anaknya, juga menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai ada perbedaan dalam cara David berinteraksi setelah kejadian itu. Rudi menggambarkan David yang kini lebih banyak berbicara, berbeda dengan sebelumnya yang cenderung pendiam.
Dalam pernyataannya, Natalia menyebut kemampuan kognitif David mengalami kemunduran hingga enam tahun dari usia sebenarnya. Klaim itu disampaikan sebagai penilaian pribadi berdasarkan pengamatan mereka, bukan hasil penjelasan medis dalam konferensi pers tersebut.
Keterangan kuasa hukum
Kuasa hukum David, Oya Abdul Malik, menyampaikan bahwa David didiagnosis mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI) Stage 2 berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani setelah penganiayaan. Ia menyebut kondisi itu berdampak pada saraf dan otak kiri maupun kanan.
Oya juga mengatakan kondisi tersebut berpengaruh terhadap kemampuan David dalam menjalani aktivitas, termasuk melanjutkan pendidikan. Menurutnya, dampak jangka panjang dari cedera itu membuat David kehilangan sebagian kesempatan yang sebelumnya ia miliki.
Meski begitu, David menyampaikan bahwa saat ini ia sudah tidak menjalani terapi seperti sebelumnya. Ia mengatakan pemulihan masih dilakukan melalui pemenuhan nutrisi atau yang ia sebut sebagai terapi superfood.
Informasi yang disampaikan dalam konferensi pers itu menegaskan bahwa kondisi David masih menjadi perhatian setelah peristiwa penganiayaan yang dialaminya. Namun, sejumlah penilaian mengenai kemunduran kognitif disampaikan oleh pihak-pihak yang mengenal dan menangani dirinya, sehingga perlu dipahami sebagai keterangan dari narasumber terkait.













