Media Kampung, Purwakarta – Polisi dari Satreskrim Polres Purwakarta terus melakukan penyelidikan intensif atas kematian seorang sekuriti bernama Sumarna (40) yang ditemukan tewas terborgol di tepi Waduk Jatiluhur, Purwakarta, pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Pemeriksaan Saksi dan Proses Penyelidikan

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta, I Made Purwantara, menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), visum, dan autopsi jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian. Selain itu, sebanyak 12 saksi telah diperiksa, yang terdiri dari rekan kerja korban dan warga sekitar lokasi kejadian.

Baca juga:

“Saksi yang sudah diperiksa sebanyak 12 orang, baik warga maupun rekan kerja korban. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan untuk mengembangkan pelaku,” ujar I Made Purwantara pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Lokasi dan Kondisi Penemuan Korban

Garis polisi telah dipasang di lokasi penemuan jenazah sepanjang kurang lebih 3 meter. Korban ditemukan sekitar tiga meter dari daratan dengan posisi nyaris mengambang di tepi danau Waduk Jatiluhur. Di sekitar lokasi terdapat sebuah perahu milik warga yang digunakan untuk menyusuri jenazah korban serta sebuah dermaga tempat bongkar muat hasil tangkapan ikan nelayan setempat.

Baca juga:

Salah seorang warga, Darmi (53), menyatakan bahwa korban ditemukan pada pukul 10.00 WIB dengan kerumunan warga yang cukup banyak menyaksikan kejadian tersebut. Ia juga menyebutkan adanya dugaan bahwa korban tewas akibat dibunuh setelah menegur sekelompok pemuda yang melakukan vandalisme di area waduk.

“Katanya memang dibunuh karena menegur, tapi saya tidak bisa memastikan karena kabar dari orang kadang berlebihan,” ujarnya.

Baca juga:

Perkembangan dan Harapan Penyelidikan

Kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif dan pelaku di balik kematian Sumarna. Pemeriksaan saksi dan proses forensik menjadi fokus utama agar dapat memberikan kejelasan kepada keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Polres Purwakarta mengimbau warga yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera melaporkan demi mendukung kelancaran penyelidikan.