Media Kampung, Tangerang – Enam orang yang diduga melakukan pemerasan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi berhasil diamankan di kawasan Pergudangan Pantai Indah Dadap Blok K1, Kelurahan Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Peristiwa ini terungkap setelah korban, seorang pemilik warung berinisial MS, berteriak meminta pertolongan saat pelaku kembali ke warung dengan alasan mengambil dokumen yang tertinggal.
Peristiwa bermula ketika MS sedang melayani pembeli, tiba-tiba tiga orang datang dan menanyakan obat jenis tramadol. Ketiganya kemudian mengaku sebagai anggota polisi. Karena merasa terintimidasi, MS membiarkan mereka masuk. Di dalam warung, mereka mengambil sejumlah uang tunai dari laci, rokok, obat-obatan yang termasuk dalam Daftar G, serta mencabut kamera CCTV dan membawa kartu memorinya.
Setelah itu, MS dibawa menggunakan mobil Toyota Calya berwarna hitam, di mana sudah ada tiga orang lainnya di dalam kendaraan tersebut. Korban dibawa berkeliling selama sekitar 20 menit dan dimintai sejumlah uang. Saat kelompok itu kembali ke warung, MS memanfaatkan kesempatan untuk berteriak meminta bantuan. Warga yang mendengar segera datang dan mengamankan keenam pelaku sebelum menyerahkannya ke Polsek Teluknaga.
Dalam penanganan kasus ini, polisi juga menemukan dugaan aktivitas jual beli obat keras tertentu yang masuk Daftar G di lokasi tersebut. Kapolsek Teluknaga AKP Kevin Hotlando menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan dan barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan tersebut. Polisi telah membuat laporan polisi model A dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Alat bukti cukup dan unsur terpenuhi, sehingga dua tersangka dalam kasus jual beli obat keras tertentu saat ini ditahan di Polsek Teluknaga,” jelas AKP Kevin Hotlando. Dari total delapan orang yang diamankan, enam diproses terkait dugaan pemerasan, sedangkan dua lainnya terkait dugaan jual beli obat keras ilegal.
Polisi masih terus melakukan pendalaman terkait peran masing-masing pihak dalam kejadian ini untuk memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Kasus ini menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap modus kejahatan yang mengatasnamakan aparat keamanan.















Tinggalkan Balasan