Media Kampung, Petugas Lapas Banyuwangi menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu dan ekstasi yang diduga dilempar dari luar tembok lapas. Dua warga binaan pemasyarakatan (WBP) diamankan saat mengambil barang terlarang tersebut pada Jumat, 3 Juli 2026.
Kepala Lapas Banyuwangi, Solichin, mengungkapkan bahwa temuan bermula saat petugas jaga melakukan kontrol keliling di kawasan granggang, area antara bangunan hunian tahanan dan tembok lapas, sekitar pukul 08.00 WIB. Di lokasi tersebut ditemukan satu kotak terbungkus lakban hitam yang diduga berisi barang terlarang. “Barang itu diduga lemparan dari luar tembok lapas,” jelasnya, Senin, 6 Juli 2026.
Setelah dilaporkan, lokasi disterilkan dan petugas dilarang menyentuh bungkusan tersebut. Pemantauan dilakukan melalui CCTV dan pengawasan langsung. Sekitar pukul 16.00 WIB, terlihat dua narapidana berinisial IF dan GP memasuki area granggang. IF mengambil bungkusan tersebut dan membawanya. Tim pemantau segera melapor ke staf KPLP dan dilakukan penghadangan di akses pintu keluar masuk granggang. Melihat petugas, IF melemparkan barang tersebut. Petugas kemudian memintanya untuk mengambil kembali barang itu.
Keduanya langsung diamankan dan diinterogasi. Bungkusan dibuka di hadapan mereka dan ditemukan barang diduga narkoba jenis sabu-sabu seberat 63,96 gram, terdiri dari 20 plastik klip kecil dan empat plastik klip besar, serta 31 butir ekstasi dengan berat 11,66 gram. IF dan GP merupakan WBP kasus perlindungan anak. Hingga Minggu, proses penggalian informasi terus dilakukan. IF mengakui bahwa barang tersebut yang dicarinya. “Yang bersangkutan mengakui bahwa barang itu yang sedang dicari,” terang Solichin.
Selama interogasi awal, IF dan GP sempat dijebloskan ke ruang isolasi terpisah demi keamanan dan mencegah intervensi dari warga binaan lain yang diduga memesan barang tersebut. Solichin menegaskan, temuan ini segera dilaporkan ke Satuan Reserse Narkoba Polresta Banyuwangi untuk penyelidikan lebih lanjut. Sebelumnya, beberapa kali terjadi penyelundupan dengan modus serupa, namun barang tidak bertuan. “Ini saya ingin membuktikan bahwa lapas Banyuwangi tidak main-main dengan peredaran narkoba, jadi memang saya berusaha untuk mencari sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.





















Tinggalkan Balasan