Peran Strategis Kepolisian dalam Membangun Negara Hukum

Media Kampung – Dalam rangka memperingati HUT ke-80 Bhayangkara, Irjen Pol Dr Andry Wibowo mengemukakan catatan penting mengenai peran institusi kepolisian di Indonesia. Ia menekankan bahwa keberadaan kepolisian bukan sekadar sebagai alat penegak hukum, melainkan sebagai wajah hukum yang harus dijalankan secara integritas dan adil, tanpa memandang Suku, Agama, Ras, dan Golongan. Kepolisian memiliki posisi sentral dalam menjaga ketertiban dan keadilan yang menjadi fondasi bagi kemajuan bangsa.

Polisi sebagai Pilar Utama Penegakan Hukum

Menurut Dr Andry Wibowo, institusi polisi harus mampu menjalankan fungsi kepolisian secara independen dan berintegritas. Ketika hukum ditegakkan secara kolektif dan konsisten oleh kepolisian, masyarakat dapat merasakan keamanan, ketertiban, dan kedamaian yang berkelanjutan. Hal ini tidak hanya berdampak pada stabilitas sosial, tetapi juga mendorong pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Fenomena Polisi yang Bukan Polisi

Dalam catatannya, Irjen Pol Dr Andry Wibowo menyoroti tantangan besar yang dihadapi kepolisian di berbagai negara gagal, di mana polisi menjadi instrumen korosif yang merusak pilar-pilar kehidupan berbangsa. Polisi yang tidak menjalankan fungsinya secara benar dapat berkontribusi pada ketidakadilan dan kegagalan membangun negara hukum yang sejati. Ia menyebut fenomena ini sebagai “polisi yang bukan polisi,” yaitu saat kepolisian berperan sebagai alat kekuasaan yang menyimpang dari hakekatnya.

Makna “Polisi yang Polisi” untuk Masa Depan Indonesia

Frasa “Polisi yang Polisi” yang diangkat oleh Irjen Pol Dr Andry Wibowo menjadi simbol aspirasi mendasar untuk mengembalikan kehormatan dan fungsi kepolisian sesuai dengan sejarah filosofisnya. Polisi yang Polisi berarti institusi kepolisian yang patuh terhadap hukum, independen, serta menjaga integritas dalam menjalankan tugasnya. Dengan demikian, polisi tidak hanya menjadi alat penegak hukum, tetapi juga penjaga keadilan yang merata dan sumber keamanan yang terpercaya bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Implikasi dalam Sistem Politik dan Pemerintahan

Dalam negara demokrasi dengan sistem multipartai dan kekuasaan yang tersebar, menjaga institusi kepolisian agar tetap menjadi Polisi yang Polisi merupakan tantangan sekaligus keharusan. Loyalitas polisi haruslah kepada hukum dan rakyat, bukan kepada kepentingan politik tertentu. Hal ini menjadi kunci agar penegakan hukum dapat berjalan optimal dan negara dapat maju setara dengan negara-negara maju lainnya.

Pesan di Momentum HUT ke-80 Bhayangkara

Di momentum ulang tahun Bhayangkara ke-80 pada bulan Juli 2026, Irjen Pol Dr Andry Wibowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk mendukung terciptanya Polisi yang Polisi sebagai landasan hukum yang kuat dan alat pemerintahan yang adil. Menurutnya, keberhasilan polisi menjalankan fungsi ini akan menjadi pondasi utama menuju Indonesia yang maju, berkeadilan, dan sejahtera.

Dirgahayu Bhayangkara ke-80, semoga institusi kepolisian terus bertransformasi menjadi wajah hukum yang bersih dan profesional, serta menjadi pilar utama dalam menciptakan masyarakat yang aman dan berkeadilan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.