Media Kampung, Pandeglang – Operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten, terhenti selama satu bulan akibat pengunduran diri mendadak Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukaratu Majasari 06, Agustia Mahendra. Kepergian kepala SPPG tersebut sejak 24 Mei 2026 menyebabkan dapur tidak lagi beroperasi dan menghambat distribusi makanan bergizi bagi penerima manfaat.
Kondisi ini berdampak tidak hanya pada masyarakat yang menerima MBG, tetapi juga para relawan yang menggantungkan penghasilan dari operasional dapur tersebut. Sujarwo, salah satu relawan, mengungkapkan bahwa sejak awal Juni 2026 dapur MBG sudah tidak aktif dan para relawan kehilangan sumber penghasilan selama periode tersebut.
Gangguan Distribusi MBG dan Dampaknya
Penyaluran makanan bergizi yang semula rutin diterima oleh sekitar 296 penerima manfaat, termasuk lembaga pendidikan seperti Pondok Pesantren Miftahul Huda dan PAUD Nurul Wahid, kini terhenti. Cecep, PIC Kampung Pasir Angin yang menaungi kedua lembaga tersebut, menyatakan bahwa distribusi MBG sudah tidak diterima selama hampir tiga pekan terakhir, menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekolah dan pondok pesantren yang mengandalkan bantuan tersebut.
Proses Pergantian Kepala SPPG
Koordinator Kecamatan Majasari, Fitra Rianto, menjelaskan bahwa proses pergantian kepala SPPG tengah berlangsung. Badan Gizi Nasional (BGN) telah mengeluarkan nota dinas terkait pengisian posisi tersebut. Proses ini diperkirakan memakan waktu sekitar satu bulan, sesuai kewenangan bagian SDM dan organisasi BGN. Fitra berharap penunjukan kepala SPPG baru dapat segera dilakukan agar dapur MBG kembali beroperasi dan pelayanan kepada masyarakat tidak terus tertunda.
Harapan Para Relawan dan Penerima Manfaat
Para relawan berharap pergantian kepala SPPG segera terlaksana untuk mengaktifkan kembali dapur MBG dan mengembalikan penghasilan mereka. Sementara itu, penerima manfaat serta lembaga pendidikan yang selama ini menerima bantuan MBG menantikan kepastian kelanjutan distribusi makanan bergizi guna mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak di wilayah tersebut.
Situasi ini menyoroti pentingnya keberlanjutan dan manajemen yang baik dalam program bantuan sosial agar tidak mengganggu keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.















Tinggalkan Balasan