Media Kampung – Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang pria yang kedapatan membawa bom molotov dan diduga berniat menyusup dalam aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada Jumat, 13 Juni 2026. Penangkapan dilakukan di sekitar Bendungan Hilir (Benhil) oleh Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa kedua pelaku telah teridentifikasi sejak pagi melalui proses monitoring dan profiling. “Satgas Gakkum sudah mengidentifikasi beberapa kelompok orang yang akan bergabung dengan kelompok aksi mahasiswa dan ini membawa molotov,” ujarnya kepada wartawan.

Kedua pria tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Polisi masih mendalami afiliasi mereka dengan pihak-pihak tertentu. “Ini masih kami akan dalami afiliasi dengan siapa,” tambah Budi.

Menurut Budi, langkah tegas ini diambil untuk memastikan aksi penyampaian pendapat oleh mahasiswa berlangsung aman dan tertib. “Kami menghormati, kami menghargai dan kita sama-sama mengawal bahwa aspirasi oleh adik-adik mahasiswa ini harus tersampaikan dengan baik dan harus aman dan damai,” tuturnya.

Untuk mengamankan jalannya demonstrasi, sebanyak 6.088 personel gabungan dikerahkan. Rinciannya meliputi 3.802 personel dari Polda Metro Jaya, 582 personel Polres Metro Jakarta Pusat, 1.000 personel Korbrimob, dan 500 personel TNI. Pengamanan ketat dilakukan untuk mencegah gangguan keamanan seperti penyusupan yang membawa barang berbahaya.

Polda Metro Jaya menegaskan akan menindak tegas kelompok-kelompok yang teridentifikasi membawa barang yang dapat membahayakan dan mengganggu ketertiban umum. Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih diperiksa untuk mengungkap motif dan jaringan mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.