Media Kampung – Perseteruan antara aktris Ratu Sofya dengan rumah produksi HAS Pictures memasuki babak baru. Kini giliran Haldy Sabri selaku CEO HAS Putra Group yang ikut berkomentar dengan mengunggah klarifikasi terbuka serta bukti transfer bank senilai ratusan juta rupiah. Langkah ini diambil Haldy untuk menepis tudingan bahwa Ratu Sofya tidak mendapat bayaran dari film yang dibintanginya.
Dalam unggahan di Instagram, Haldy Sabri memperlihatkan tiga bukti transaksi pengiriman uang ke rekening BCA atas nama Sofyan Hasan, ayah Ratu Sofya. Pembayaran pertama sebesar Rp76.440.000 dilakukan pada 26 September 2024, diikuti pembayaran kedua Rp76.442.500 pada 30 September 2024, dan pelunasan Rp38.220.000 pada 28 Oktober 2024. Total pembayaran mencapai lebih dari Rp191 juta.
Suami Irish Bella itu juga meminta agar nama baik rumah produksinya tidak dirusak. Haldy bahkan melontarkan ancaman akan membongkar kebohongan Ratu Sofya. “Jangan merusak PH saya kalau belum menerima sepeserpun. Ini buktinya dan pada saat itu Anda sepakat yang menanda tangan kontrak orangtua Anda. Makanya Anda ikut shooting, jadi enggak ada paksaan di sini, dan di kontrak itu tertera nomor rekening orangtua Anda. Apa perlu kami lapor balik atas kebohongan-kebohongan Anda,” kata Haldy Sabri.
Masalah ini bermula dari absennya Ratu Sofya dalam rangkaian promosi film thriller-horor psikologis berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan yang dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026. Sang aktris mengklaim bahwa dirinya tidak mendapat bayaran dari pihak produksi film tersebut. Situasi memanas setelah pihak rumah produksi melayangkan somasi terkait pelanggaran kontrak kerja kepada Ratu Sofya. Aktris berusia 22 tahun itu kemudian melaporkan balik produser Reza Aditya dan co-produser Putri Masyita ke Polda Metro Jaya pada 7 Juni 2026 dengan tuduhan pencemaran nama baik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.




