Media Kampung – Dua orang menjadi korban peluru nyasar di lingkungan kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (26) sore. Insiden terjadi sekitar pukul 17.00 WIB saat mahasiswa sedang berfoto di lapangan gedung rektorat usai seminar proposal dan ujian komprehensif. Korban pertama adalah seorang mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial berinisial N, sementara korban lainnya seorang pria berinisial G yang bukan mahasiswa.

Sekretaris UNP Erianjoni membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebutkan kedua korban sempat mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Hermina Padang, namun sekitar pukul 20.30 WIB dirujuk ke Rumah Sakit Tentara (RST) dr. Reksodiwiryo, Padang. Korban N harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru yang bersarang di pahanya. Sementara korban G mengalami luka di bagian tangan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit yang sama.

Kampus UNP berada di seberang markas Batalyon Infanteri 133 Yudha Sakti (Yonif 133YS). Saat kejadian, tengah berlangsung latihan menembak menggunakan laras panjang oleh prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 897 Singgalang. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kavaleri Taufiq, membenarkan adanya latihan tersebut sejak pagi hari. Namun ia menegaskan belum dapat dipastikan apakah peluru tersebut berasal dari latihan. Proses investigasi tengah berlangsung untuk mengetahui kebenaran kejadian.

Taufiq menjelaskan lokasi lapangan latihan berjarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian. Secara teknis, lapangan tembak tersebut sudah sesuai standar dan telah melalui penelitian. Namun ia mengakui kadang alam tidak bisa dijawab akal pikiran, sehingga akan dilakukan evaluasi setelah investigasi. Saat ini Kodam XX Tuanku Imam Bonjol fokus pada penanganan medis korban, dengan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh TNI AD. Kedua korban dirawat di RST dr. Reksodiwiryo.

Kasus peluru nyasar di UNP bukan pertama kali terjadi. Pada tahun 2020, peluru nyasar pernah mengenai kaca gedung rektorat hingga pecah, namun tidak ada korban jiwa saat itu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.