Media Kampung – Momen libur sekolah bisa menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk membawa anak melakukan pemeriksaan gigi secara rutin. Kebiasaan ini penting untuk mendeteksi masalah sejak dini dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Dokter Gigi Klinik Lux Dental, Drg. Evanie Clara, menekankan bahwa pemeriksaan berkala setiap enam bulan sekali dapat membantu mengidentifikasi gangguan kesehatan gigi pada anak sebelum berkembang menjadi keluhan yang serius. Sayangnya, masih banyak orang tua yang baru datang ke dokter gigi ketika gigi anak sudah berlubang besar atau menimbulkan rasa sakit.
Menurut Evanie, kunjungan ke dokter gigi sebaiknya sudah dimulai sejak gigi pertama anak tumbuh. Pemeriksaan rutin tidak hanya bertujuan mendeteksi gigi berlubang, tetapi juga membersihkan karang gigi, memberikan fluoride, serta memantau pertumbuhan gigi permanen. Ia juga meluruskan anggapan keliru bahwa gigi susu tidak perlu dirawat karena akan tanggal dengan sendirinya.
“Gigi susu memiliki peran penting sebagai panduan pertumbuhan gigi permanen. Jika gigi susu rusak atau dicabut terlalu dini, pertumbuhan gigi dewasa berpotensi menjadi tidak teratur. Selain itu, anak juga dapat mengalami kesulitan mengunyah makanan yang berpengaruh terhadap proses tumbuh kembangnya,” jelas Evanie.
Orang tua juga perlu waspada terhadap tanda awal gangguan kesehatan gigi, seperti waktu makan yang lebih lama dari biasanya, bau mulut, hingga munculnya bercak kecokelatan pada permukaan gigi. Selama liburan, kebiasaan menyikat gigi dua kali sehari, membatasi makanan manis, memperbanyak konsumsi air putih, serta kontrol rutin ke dokter gigi tetap harus dilakukan.
“Liburan identik dengan waktu yang menyenangkan bagi anak-anak, tetapi kesehatan gigi tidak boleh ikut libur,” tutup Evanie.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan