Media Kampung – Aturan konsumsi suplemen zat besi untuk anak perlu diperhatikan agar tumbuh kembang optimal. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, mengungkapkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terkait pemberian suplemen ini.

Suplementasi zat besi sudah bisa diberikan sejak bayi berusia 4 bulan, terutama bagi yang mendapat ASI. Pemberian dilanjutkan hingga usia 2 tahun. Untuk bayi prematur atau berat badan lahir rendah, suplementasi bisa dimulai lebih awal karena cadangan zat besinya lebih sedikit.

Anak usia sekolah hingga remaja juga dapat memperoleh suplemen sesuai kebutuhan dan rekomendasi dokter. IDAI merekomendasikan pemberian selama 3 bulan berturut-turut dan diulang dua kali setahun pada balita, anak sekolah, dan remaja.

Pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) dianjurkan mulai usia 2 tahun dan dilakukan setiap tahun hingga remaja. Jika ditemukan anemia, dokter akan mencari penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.

Ada kondisi tertentu yang mengharuskan suplemen dihentikan sementara, yaitu saat anak sakit atau mengalami infeksi. Sebab, bakteri dan virus menggunakan zat besi untuk berkembang biak, dan zat besi bisa memperparah mual, muntah, atau gangguan pencernaan. Suplementasi dapat dilanjutkan setelah kondisi anak membaik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.