Media Kampung – Banyak orang tua beranggapan bahwa semakin tinggi SPF pada sunscreen bayi, semakin baik perlindungannya. Namun, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Faktanya, selisih perlindungan antara SPF 30 dan SPF 50 hanya sekitar 1 persen, sehingga perlindungan broad spectrum dan keamanan formula justru lebih krusial.
SPF atau Sun Protection Factor mengukur kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari sinar UVB yang menyebabkan kulit terbakar. SPF 30 menyaring sekitar 97 persen sinar UVB, sedangkan SPF 50 menyaring sekitar 98 persen. Artinya, memilih SPF tinggi tidak memberikan perlindungan dua kali lipat. Yang lebih penting adalah memastikan produk memiliki perlindungan terhadap UVA dan UVB sekaligus (broad spectrum), serta aman untuk kulit sensitif bayi.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan penggunaan sunscreen pada bayi di atas usia 6 bulan. Untuk bayi di bawah 6 bulan, perlindungan utama tetap berupa pakaian tertutup dan menghindari paparan langsung sinar matahari. Sunscreen sebaiknya dioleskan 15-20 menit sebelum keluar rumah, digunakan secukupnya pada area yang terpapar, dan diaplikasikan ulang terutama jika anak berkeringat atau bermain air.
Selain sunscreen, perlindungan fisik seperti topi, payung stroller, dan pakaian nyaman tetap diperlukan. Konsistensi penggunaan jauh lebih penting daripada angka SPF tinggi. Sunscreen yang jarang dipakai tidak akan efektif.
Salah satu produk yang bisa dipertimbangkan adalah Loluna Baby Sunscreen dengan SPF 50 PA. Kombinasi SPF 50 dan PA memberikan perlindungan optimal terhadap UVB dan UVA. Formulanya ringan, cepat menyerap, tidak lengket, dan mendukung kesehatan skin barrier, sehingga cocok untuk kulit sensitif bayi.
Jadi, SPF tinggi pada sunscreen bayi tidak selalu lebih baik. Pilihlah produk dengan perlindungan broad spectrum, formula aman, dan nyaman dipakai agar perlindungan maksimal dan kulit bayi tetap sehat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan