Media Kampung – Masih banyak anggapan bahwa penggunaan deodoran dapat membuat kulit ketiak menjadi gelap. Namun, dokter spesialis kulit membantah mitos tersebut dan memberikan penjelasan ilmiah di balik perubahan warna kulit di area ketiak.

Penyebab Ketiak Gelap Menurut Dokter Kulit

Dokter spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika, dr. Arini Widodo, Sp.DVE, menjelaskan bahwa ketiak yang menghitam dan bertekstur kasar, yang sering disebut chicken skin, dipengaruhi oleh banyak faktor, bukan semata-mata karena deodoran.

Beberapa faktor utama penyebab ketiak gelap meliputi:

  • Gesekan berulang dari pakaian ketat atau lipatan kulit.
  • Iritasi kronis akibat mencukur, mencabut bulu, waxing, atau produk yang tidak cocok.
  • Folikulitis (radang folikel rambut), ingrown hair, dan dermatitis kontak yang memicu peradangan dan hiperpigmentasi.
  • Penumpukan sel kulit mati yang membuat permukaan kulit terasa kasar.
  • Kondisi medis seperti acanthosis nigricans yang berkaitan dengan resistensi insulin, obesitas, atau gangguan hormonal.
  • Faktor genetik dan warna kulit alami yang membuat seseorang lebih rentan terhadap hiperpigmentasi pascaperadangan.

Apakah Deodoran Penyebab Utama?

Dr. Arini menegaskan bahwa deodoran bukanlah penyebab langsung penggelapan kulit ketiak. “Bukan deodoran itu sendiri yang secara langsung menyebabkan ketiak menghitam, tetapi beberapa kandungan dapat memicu iritasi atau alergi pada sebagian orang,” jelasnya.

Kandungan yang paling sering menjadi pemicu iritasi antara lain parfum (fragrance), alkohol, pengawet tertentu, hingga essential oils pada produk natural. Meskipun essential oils berasal dari bahan alami, kandungan ini dapat menyebabkan dermatitis kontak pada individu yang sensitif.

Iritasi yang terjadi secara berulang dalam jangka panjang dapat memicu hiperpigmentasi pascaperadangan (post-inflammatory hyperpigmentation), sehingga ketiak tampak lebih gelap. “Jadi, deodoran sebenarnya dapat berkontribusi terhadap ketiak yang tampak lebih gelap, tetapi mekanismenya tidak secara langsung, melainkan melalui proses iritasi dan peradangan kronis,” tegas dr. Arini.

Tips Memilih Deodoran untuk Kulit Sensitif

Bagi pemilik kulit sensitif, dr. Arini menyarankan untuk lebih cermat dalam memilih produk. Berikut tipsnya:

  • Pilih produk yang fragrance-free atau hypoallergenic.
  • Hindari produk yang mengandung alkohol jika mudah mengalami perih.
  • Jangan mengaplikasikan deodoran segera setelah mencukur.
  • Cari produk yang mengandung bahan menenangkan seperti panthenol atau allantoin.
  • Perhatikan reaksi kulit setelah pemakaian. Jika muncul rasa perih, gatal, kemerahan, atau tanda iritasi lainnya, segera evaluasi penggunaan produk.

Dengan memahami penyebab sebenarnya dan memilih produk yang tepat, Anda dapat merawat kulit ketiak tanpa khawatir mitos yang belum terbukti kebenarannya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.