Media Kampung – Belakangan, banyak orang mulai menggunakan toner eksfoliasi, serum niacinamide, hingga vitamin C di area ketiak dengan harapan membuatnya lebih cerah dan halus. Namun, apakah produk skin care wajah aman digunakan di area tersebut? Dua dokter spesialis kulit memberikan penjelasannya.

Anatomi Ketiak Sama dengan Kulit Lain, tapi Lebih Tipis

Menurut dr. Danar Wicaksono, Sp.DVE, anatomi kulit ketiak pada dasarnya sama dengan kulit di area tubuh lain, hanya saja lebih tipis. Oleh karena itu, bahan-bahan yang biasa digunakan untuk mencerahkan wajah sebenarnya aman diaplikasikan di ketiak, asalkan dengan hati-hati.

Dr. Arini Widodo, Sp.DVE, juga menegaskan bahwa beberapa bahan aktif skin care wajah dapat membantu memperbaiki warna dan kualitas kulit ketiak. Namun, ia mengingatkan bahwa area ini lebih rentan iritasi karena lembap dan sering bergesekan.

Bahan Aktif yang Aman untuk Ketiak

Beberapa bahan yang direkomendasikan antara lain:

  • AHA dan BHA: Membantu mengangkat sel kulit mati, memperbaiki tekstur, dan mencerahkan. Mulailah dengan konsentrasi rendah, 1-2 kali seminggu, dan hindari penggunaan setelah mencukur atau waxing.
  • Niacinamide: Mengurangi transfer melanin dan memperkuat skin barrier, relatif aman untuk area sensitif.
  • Vitamin C: Antioksidan yang menghambat pembentukan pigmen.
  • Azelaic acid: Mengatasi hiperpigmentasi dan memiliki efek antiinflamasi.
  • Arbutin: Membantu mengurangi pigmentasi.
  • Retinol dosis rendah: Membantu regenerasi kulit, namun harus hati-hati karena berpotensi iritasi.

Dr. Danar menyarankan untuk memulai dengan toner eksfoliasi seminggu sekali, lalu amati reaksi alergi seperti gatal atau kemerahan. Jika aman, frekuensi dapat ditingkatkan secara bertahap.

Risiko Iritasi dan Hiperpigmentasi

Dr. Arini mengingatkan bahwa penggunaan AHA dan BHA di ketiak bisa menyebabkan iritasi, kemerahan, perih, kulit sensitif, bahkan hiperpigmentasi pascaperadangan yang justru membuat ketiak semakin gelap. Oleh karena itu, penting untuk memulai dengan konsentrasi rendah dan menghentikan pemakaian jika muncul iritasi.

Ia juga menekankan bahwa jika penyebab utama ketiak gelap adalah gesekan kronis, obesitas, resistensi insulin, atau peradangan berulang, penggunaan bahan aktif saja sering tidak cukup tanpa mengatasi penyebab utamanya.

Kebiasaan Sehari-hari yang Perhatian

Selain produk, kebiasaan sehari-hari juga berpengaruh. Pakai baju terlalu ketat, menggosok ketiak terlalu keras saat mandi, atau tidak membersihkan sisa deodoran dapat memicu iritasi dan pigmentasi. Dr. Arini menyarankan membersihkan ketiak secara lembut setiap hari, terutama setelah berkeringat banyak atau menggunakan deodoran seharian.

Dengan memahami anatomi kulit, memilih bahan aktif yang tepat, dan menjaga kebiasaan baik, penggunaan skin care wajah di ketiak bisa memberikan hasil optimal tanpa risiko berlebihan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.