Media Kampung – Niacinamide, turunan vitamin B3 yang dikenal sebagai bahan aktif serbaguna, kini hampir tidak bisa dihindari dalam rutinitas kecantikan. Dari sampo, kondisioner, deodoran, primer, foundation, hingga maskara, hampir setiap produk kecantikan baru menyertakan niacinamide dalam formulanya. Namun, lonjakan penggunaan ini mulai menimbulkan kekhawatiran baru: semakin banyak konsumen yang melaporkan reaksi negatif seperti kemerahan, rasa perih, dan jerawat cystic setelah menggunakan produk yang mengandung niacinamide.

Fenomena ini mencuat setelah kabar reformulasi foundation Luminous Silk dari Armani yang memasukkan niacinamide ke dalam formula barunya. Reaksi pengguna di media sosial pun beragam, mulai dari antusiasme hingga kekecewaan, dengan banyak yang mengeluhkan kulit mereka tidak cocok dengan bahan tersebut.

Menurut Rachel Westbay, dermatologis bersertifikat di Marmur Medical, niacinamide memang memiliki banyak manfaat, seperti mengatasi garis halus, meningkatkan elastisitas kulit, mengurangi kehilangan air, hiperpigmentasi, kulit kusam, hingga kulit sensitif. Berbeda dengan retinol atau hydroxy acid yang berpotensi mengiritasi, niacinamide dapat digunakan sepanjang tahun dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk selama kehamilan dan menyusui.

Namun, Mona Foad, dermatologis bersertifikat dan pendiri Mona Dermatology, mengingatkan bahwa meskipun niacinamide sering dipasarkan sebagai bahan yang lembut, konsumen tanpa sadar dapat menumpuk beberapa produk yang mengandung bahan ini atau memilih formulasi dengan konsentrasi terlalu tinggi. Kondisi inilah yang meningkatkan risiko iritasi, terutama pada kulit sensitif.

Kemampuan niacinamide menembus kulit secara efektif menjadi alasan utama popularitasnya, tetapi sekaligus meningkatkan risiko paparan kumulatif dan reaksi sistemik. Para ahli menyarankan untuk memeriksa label produk jika tiba-tiba muncul reaksi negatif seperti kemerahan atau rasa panas di kulit. Solusinya mungkin hanya dengan mengurangi jumlah produk yang mengandung niacinamide.

Mona Foad menegaskan bahwa niacinamide bukanlah tren yang akan berlalu karena didukung banyak penelitian dan manfaat nyata. Namun, ia menekankan bahwa tidak setiap produk perlu mengandung niacinamide. Ia lebih menganjurkan penggunaan beberapa produk yang diformulasikan dengan baik secara konsisten daripada memaksakan satu bahan yang sama di setiap langkah rutinitas.

Saat ini, niacinamide-mania tampaknya masih akan berlanjut. Bagi yang mulai merasakan reaksi negatif, langkah paling bijak adalah mengurangi paparan dan tidak terjebak pada penggunaan niacinamide di setiap produk perawatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.