Media Kampung – Jakarta – Hari Bermain Internasional atau International Day of Play diperingati setiap 11 Juni di seluruh dunia. Tahun 2026 menjadi momentum penting karena peringatan ini baru pertama kali diadakan setelah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi pada Maret 2024.
Hari Bermain Internasional difasilitasi oleh UNICEF dan UNESCO untuk memperjuangkan hak bermain anak. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya bermain bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik, kognitif, maupun sosial-emosional.
Sejarah penetapan Hari Bermain Internasional berawal dari keprihatinan UNICEF terhadap terbatasnya kesempatan bermain yang dialami banyak anak di dunia. Organisasi tersebut menilai bahwa bermain bukan sekadar aktivitas rekreasi, melainkan sarana penting untuk membangun kreativitas, ketahanan, dan kemampuan interaksi sosial. Selain itu, bermain membantu anak mengembangkan keterampilan kognitif dan emosional secara seimbang, yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Tema Hari Bermain Internasional tahun 2026 adalah ‘Protect Play, Protect Childhood’. Tema ini mengingatkan bahwa masa kanak-kanak yang sehat dibangun melalui kesempatan bermain yang aman dan inklusif. UNICEF mengajak pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat dukungan terhadap hak bermain anak.
Beberapa langkah yang didorong UNICEF antara lain peningkatan layanan yang mendukung aktivitas bermain dan ikatan emosional keluarga, perluasan akses pendidikan prasekolah berbasis bermain, serta penyediaan area bermain yang aman dan inklusif bagi seluruh anak. Setiap anak berusia tiga hingga enam tahun diharapkan memperoleh kesempatan belajar melalui bermain.
Pendekatan pembelajaran berbasis bermain semakin banyak diterapkan di berbagai negara karena dinilai mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Melalui bermain, anak juga dapat membangun hubungan sosial yang lebih baik, meningkatkan pengendalian diri, dan kemampuan memecahkan masalah.
UNICEF menegaskan bahwa pembatasan kesempatan bermain dapat menghambat perkembangan dan kesejahteraan anak. Oleh karena itu, setiap anak perlu memiliki akses terhadap ruang bermain yang layak. Peringatan Hari Bermain Internasional menjadi pengingat bahwa bermain adalah hak dasar setiap anak yang harus dipenuhi sebagai fondasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan