Media Kampung – Sebuah helikopter tempur Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat jatuh di dekat Selat Hormuz pada Senin (8/6) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump memastikan kedua pilot yang berada di dalam helikopter tersebut selamat dan dalam kondisi stabil setelah diselamatkan oleh drone permukaan angkatan laut.
Helikopter Apache tersebut digunakan militer AS untuk menjaga blokade pelabuhan Iran di dekat Selat Hormuz, sebagai bagian dari kehadiran militer besar-besaran di kawasan itu. Hingga saat ini, penyebab jatuhnya helikopter belum diketahui secara pasti. Belum jelas apakah pesawat itu ditembak jatuh oleh Iran, mengalami kerusakan mekanis, atau masalah lainnya.
Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan kedua awak berhasil diselamatkan dalam waktu sekitar dua jam dari perairan Selat Hormuz. Trump mengatakan kepada wartawan bahwa para pilot baik-baik saja dan tidak ada yang terluka. “Kami akan mengeluarkan laporan besok,” ujarnya.
Insiden ini terjadi beberapa jam setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian serangan satu sama lain, menyusul permohonan dari Trump. Namun, ketegangan masih tinggi. Teheran memperingatkan akan melanjutkan serangan jika Israel terus menyerang Hizbullah di Lebanon, sementara Israel mengancam akan menyerang Beirut jika Hizbullah menembaki wilayahnya.
Trump sebelumnya menyatakan bahwa para negosiator berada dalam tahap akhir pembicaraan untuk kesepakatan perdamaian Timur Tengah. Ia mengatakan kesepakatan bisa tercapai dalam dua atau tiga hari. Namun, konflik yang kembali memanas antara Iran dan Israel mengancam proses diplomasi tersebut.
Media pemerintah Iran mengakui kecelakaan helikopter tersebut tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Jatuhnya Apache menjadi insiden pertama yang melibatkan helikopter tempur tersebut dalam konflik di kawasan itu sejak perang pada 28 Februari lalu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan