Media Kampung – Pentagon akhirnya mengungkap identitas dua prajurit Amerika Serikat yang tewas dalam serangan rudal dan drone Iran di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, pada Jumat (17/7/2026). Keduanya adalah Prajurit Isabella Gonzales (19) asal Texas dan Letnan Satu Tyler James Feehan (25) asal Hawaii. Gonzales baru lulus SMA setahun lalu sebelum bergabung dengan Angkatan Darat.

Menurut pernyataan resmi Pentagon, Gonzales bertugas di Batalyon ke-1, Resimen Artileri Pertahanan Udara ke-57, yang bermarkas di Ansbach, Jerman. Sementara Feehan adalah perwira pertahanan udara yang ditugaskan di Fort Bragg, North Carolina. Keduanya merupakan personel artileri pertahanan udara yang menjadi korban terbaru dalam eskalasi konflik antara AS dan Iran.

Baca juga:

Serangan tersebut juga menyebabkan satu personel militer AS lainnya hilang dan empat prajurit lainnya dirawat karena luka-luka. CENTCOM mengonfirmasi bahwa selain dua korban jiwa, ditemukan sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi di lokasi kejadian dan sedang dalam proses identifikasi.

Kronologi Serangan

Serangan rudal balistik dan drone yang diluncurkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menghantam Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Azraq, Yordania. Pangkalan ini merupakan salah satu fasilitas utama yang digunakan pasukan AS di kawasan tersebut. Menurut laporan, salah satu rudal menghantam area hunian prefabrikasi tempat personel AS beristirahat, menyebabkan kerusakan parah pada hanggar dan fasilitas pendukung.

Baca juga:

Citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan pada sejumlah helikopter UH-60 Black Hawk dan pesawat lainnya. Iran mengklaim serangan ini sebagai respons atas operasi militer AS yang terus berlanjut.

Dampak dan Respons

Presiden Donald Trump menegaskan Iran akan “membayar berkali-kali lipat” atas kematian kedua tentaranya. Hingga kini, jumlah personel militer AS yang tewas sejak konflik pecah telah mencapai 17 orang. Serangan ini menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan puluhan ribu personel militer AS yang masih ditempatkan di berbagai pangkalan di Timur Tengah.

Baca juga: