Media Kampung – Prancis melalui lembaga risetnya, Institut de Recherche pour le Développement (IRD), memperkuat kerja sama riset dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perguruan tinggi, dan lembaga penelitian di Indonesia. Fokus utama kerja sama ini adalah mitigasi bencana dan perubahan iklim, termasuk pengembangan teknologi pemantauan gunung api, sistem peringatan dini, serta riset biodiversitas laut.

Penguatan kolaborasi ini diumumkan dalam kunjungan Direktur Utama IRD, Valérie Verdier, ke Indonesia pada 1-7 Juni 2026, yang juga menandai 50 tahun kehadiran IRD di Indonesia. Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menegaskan bahwa kedua negara ingin menata kerja sama yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang, dengan identifikasi prioritas bersama seperti energi terbarukan, kecerdasan buatan, digitalisasi, kesehatan, teknologi antariksa, dan mitigasi iklim.

Salah satu kerja sama konkret adalah penandatanganan dokumen antara IRD dan BMKG untuk memperkuat pemantauan risiko bencana dan riset kebumian. Valérie Verdier menjelaskan bahwa IRD telah memberikan peralatan baru untuk deteksi aktivitas vulkanik dan gempa bumi. Teknologi ini akan digunakan untuk pemodelan bencana, pengolahan data satelit, dan penyampaian informasi risiko kepada masyarakat, termasuk ancaman tsunami, erosi, dan dampak perubahan iklim terhadap pertanian dan kelautan.

IRD juga mengoperasikan dua laboratorium bersama di Indonesia: LMI SELAMAT untuk penelitian keanekaragaman hayati laut dan perubahan lingkungan, serta LMI SIR untuk studi subduksi dan mitigasi risiko vulkanik dan geologi. Dalam kunjungannya, Verdier dijadwalkan mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan lokasi pemantauan Gunung Merapi bersama peneliti Indonesia.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Mohammad Fauzan Adziman, menekankan bahwa Indonesia kini berperan sebagai mitra setara, bukan sekadar lokasi riset. Skema pendanaan bersama (co-funding) diterapkan untuk pengiriman mahasiswa dan proyek riset. Fokus kerja sama meliputi delapan bidang: pangan, energi, kesehatan, hilirisasi industri, material dan manufaktur, maritim, pertahanan, serta digitalisasi termasuk AI dan semikonduktor. Program quick win yang dipercepat mencakup pangan, geologi, pertanian, dan kedirgantaraan.

IRD telah beroperasi di Indonesia sejak 1976. Sepanjang 2020-2024, peneliti IRD dan Indonesia menghasilkan 266 publikasi ilmiah bersama. Lembaga ini aktif di lebih dari 50 negara, fokus pada penelitian pembangunan berkelanjutan, perubahan iklim, biodiversitas, dan ilmu kebumian.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.