Media Kampung – 13 April 2026 | Cerita ibu: Anak lolos SNBP, bangga dan bahagia, tapi khawatir biaya kuliah menjadi sorotan utama setelah putri Santi diterima di program Seni Tari ISBI Bandung pada 12 April 2026. Kegembiraan keluarga bercampur cemas karena biaya pendidikan masih menjadi tantangan.

Ibu Santi, seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di Bandung, muncul di media sosial setelah video reaksi emosionalnya menyebar luas. Ia mengaku terkejut sekaligus bahagia ketika mendengar kabar bahwa anaknya berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Putri Santi yang bernama Arrifa berhasil masuk jurusan Seni Tari di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, sebuah institusi bergengsi yang menyiapkan seniman profesional. Penerimaan ini menandai puncak dari perjuangan bertahun‑tahun di dunia tari tradisional Jaipong.

Sejak usia dini, Arrifa telah menekuni tari jaipong dan mengikuti berbagai kompetisi nasional, termasuk Galuh Pakuan Cup di Subang yang ia menangkan pada seri ke‑9 dengan juara harapan pertama serta piagam koreografer. Pengalaman tersebut memperkuat portofolio prestasinya dalam proses seleksi SNBP.

Video yang beredar menunjukkan Ibu Santi mengangkat kedua tangan, tersenyum lebar, lalu spontan mengucapkan kalimat dalam bahasa Sunda yang berarti, “Bayarnya gimana ya?”. Reaksi singkat itu mencerminkan campuran kebahagiaan, kebingungan, dan kekhawatiran yang mendalam.

Biaya kuliah menjadi sorotan utama bagi Ibu Santi. Ia mengkhawatirkan seluruh komponen, mulai dari uang semester, biaya kost, hingga kebutuhan sehari‑hari selama menempuh pendidikan tinggi. Semua itu harus dipenuhi meski sumber penghasilan keluarga terbatas.

Keluarga Ibu Santi hidup dengan pendapatan tidak menentu; sang ayah bekerja sebagai buruh mebel, sementara Ibu Santi mengurus rumah tangga dan dua anak. Anak kedua berusia enam tahun akan memulai sekolah dasar pada tahun ajaran baru, menambah beban keuangan keluarga.

Untuk mengurangi beban biaya, Ibu Santi telah mengajukan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, meski hingga kini hasilnya belum diumumkan. Ia berharap beasiswa tambahan tersebut dapat menutupi sebagian besar pengeluaran pendidikan anaknya.

Komunikasi terbuka antara ibu dan anak menjadi kekuatan utama dalam menghadapi situasi ini. Ibu Santi menyatakan, “Anak saya tahu bahwa saya sedang meminggirkan biaya untuk kuliahnya, karena kami selalu berdiskusi tentang apa saja.” Kutipan tersebut menegaskan pentingnya dukungan emosional.

Dalam pesan kepada orang tua lain, Ibu Santi menekankan pentingnya tidak mematahkan semangat anak. Ia berkata, “Jangan pernah mematahkan semangat anak. Selalu dukung potensi anak dan berusaha yang terbaik untuk mereka.” Pesan ini ditujukan bagi keluarga yang berada dalam kondisi serupa.

Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan program pemerintah yang memberikan kesempatan kepada pelajar berprestasi untuk melanjutkan studi tanpa beban biaya penuh. Program ini diharapkan dapat memperluas akses pendidikan tinggi bagi talenta di seluruh Indonesia.

Saat ini, Ibu Santi masih menunggu keputusan KIP Kuliah sambil menyiapkan kebutuhan dasar untuk semester pertama Arrifa. Ia optimis bahwa dukungan beasiswa dan semangat keluarga akan memungkinkan putrinya menyelesaikan studi dengan gemilang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.