Media Kampung – Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditangkap oleh militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, pada Minggu sore, 24 Mei 2026. Para aktivis dan jurnalis ini merupakan bagian dari Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan untuk Gaza, Palestina.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa rombongan WNI akan tiba sekitar pukul 16.00 WIB setelah melakukan perjalanan dari Istanbul, Turki. Mereka dibebaskan sehari sebelumnya, pada 20 Mei 2026, setelah ditahan oleh pasukan Israel dalam perjalanan menuju Gaza.
Duta Besar RI untuk Turki, Rizal Achmad Purnomo, menjelaskan bahwa sebelum kembali ke Indonesia, para WNI akan menjalani pemeriksaan kesehatan dan proses administrasi. “Mereka akan menyelesaikan semua proses yang diperlukan sebelum dipulangkan,” ujarnya.
Kesembilan WNI yang ditangkap adalah jurnalis dari berbagai media dan relawan, termasuk Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV. Mereka ditangkap bersama lebih dari 300 delegasi dari 45 negara lainnya saat berlayar di perairan Mediterania.
Selama ditahan, sejumlah WNI mengalami perlakuan yang tidak manusiawi, termasuk penyiksaan fisik. Kejadian ini menimbulkan perhatian luas dan memicu aksi solidaritas di berbagai wilayah Indonesia.
Pemerintah Turki juga berperan aktif dalam memfasilitasi kepulangan para aktivis ini, dengan menyiapkan tiga pesawat dari Turkish Airlines untuk membawa mereka kembali dengan aman.
Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia, Harfin Naqsyabandi, mengkonfirmasi bahwa para WNI telah terbang dari Istanbul menuju Dubai sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Dengan kedatangan mereka, diharapkan para WNI dapat mendapatkan perawatan dan dukungan yang diperlukan pasca-pengalaman traumatis yang mereka alami.
Situasi ini menjadi perhatian publik, di mana banyak masyarakat dan organisasi mengecam tindakan penangkapan yang dilakukan oleh Israel terhadap para aktivis kemanusiaan. Kini, dengan kepulangan mereka ke Tanah Air, diharapkan bisa memulihkan kondisi fisik dan mental para WNI yang telah melalui pengalaman berat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan