Media Kampung – Sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Minggu, 24 Mei 2026. Proses pemulangan mereka difasilitasi oleh pemerintah Turki setelah sebelumnya ditahan oleh militer Israel.

Seluruh WNI tersebut telah tiba dengan selamat di Istanbul pada 21 Mei 2026, berkat kerja sama intensif antara pemerintah Indonesia dan Turki. Dalam pernyataan resmi, Kedutaan Besar Turki di Jakarta menegaskan, “Republik Turki sepenuhnya mendukung proses repatriasi warga negara Indonesia dan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan.”

Pemerintah Turki mengerahkan tiga pesawat dari Turkish Airlines untuk membantu memulangkan relawan kemanusiaan dari berbagai negara. Pesawat-pesawat tersebut digunakan untuk membawa ratusan aktivis, termasuk sembilan WNI, menuju negara asal mereka setelah menjalani proses pembebasan.

Kementerian Luar Negeri Turki melaporkan bahwa sebanyak 422 relawan dari 41 negara telah dipulangkan dengan aman. Sembilan WNI termasuk dalam kelompok yang lebih awal dipindahkan ke Istanbul sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.

Setibanya di Istanbul, para WNI disambut oleh Konsulat Jenderal Republik Indonesia dan didampingi hingga proses pemulangan mereka ke tanah air selesai. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Turki atas dukungan dan bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah Turki atas dukungan penuh mereka dalam membantu kepulangan sembilan warga negara Indonesia,” ungkap Sugiono.

Sebelumnya, sembilan WNI tersebut ditangkap oleh militer Israel saat kapal mereka dicegat di perairan internasional pada 19 Mei 2026. Mereka tergabung dalam misi yang membawa bantuan logistik dan obat-obatan untuk warga sipil Gaza.

Penahanan ini memicu kecaman dari berbagai organisasi internasional dan mendorong gelombang solidaritas. Pemerintah Indonesia kemudian melakukan langkah diplomatik intensif, yang akhirnya membuahkan hasil dengan pembebasan para relawan dan deportasi ke Turki pada 21 Mei 2026.

Dengan proses pemulangan yang berjalan lancar, diharapkan pengalaman ini dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan Turki dalam misi kemanusiaan di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.