Media Kampung – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan pentingnya pengembangan talenta muda yang kreatif dan adaptif dalam industri periklanan di Indonesia. Melalui penyelenggaraan Advertising Week Festival (AWF) 2026, yang diadakan pada 21 dan 24 Mei di Makara Art Center Universitas Indonesia, Menekraf berharap dapat melahirkan pemimpin kreatif yang mampu bersaing di kancah internasional.

AWF 2026 merupakan gelaran kelima oleh Program Studi Periklanan Kreatif Vokasi UI dan tidak hanya berfungsi sebagai festival tahunan, tetapi juga sebagai bagian dari kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri periklanan. Acara ini menyediakan ruang kolaborasi dan pembelajaran bagi para mahasiswa dan generasi muda kreatif untuk mengasah kemampuan mereka secara berkelanjutan.

Menekraf mengapresiasi inisiatif Universitas Indonesia dalam menghadirkan platform seperti AWF yang mampu memperkuat ekosistem industri kreatif, khususnya subsektor periklanan. “Apresiasi yang sebesar-besarnya untuk Universitas Indonesia yang menghadirkan AWF ini sebagai ruang kolaborasi bagi generasi muda kreatif,” ujar Teuku Riefky, sebagaimana disampaikan melalui keterangan resmi Kemenekraf.

Data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM yang diolah oleh Kemenekraf menunjukkan bahwa subsektor periklanan termasuk dalam lima besar subsektor ekonomi kreatif dengan nilai investasi mencapai Rp 6,6 triliun pada 2025, meningkat 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menandakan bahwa industri periklanan tidak mengalami penurunan, melainkan terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kemenekraf, Cecep Rukendi, menegaskan bahwa perubahan teknologi digital menjadi faktor kunci agar industri periklanan tetap relevan dan mampu beradaptasi. “Industri periklanan tidak ‘sunset’ tetapi beradaptasi dengan teknologi digital,” katanya.

Kepala Departemen Sosial Humaniora Terapan Vokasi UI, Budiman Mahmud Musthofa, menambahkan bahwa AWF juga merupakan proyek pembelajaran mahasiswa yang dijalankan secara berkelanjutan setiap tahun. Proyek ini disusun agar selaras dengan kebutuhan industri sehingga mampu menghasilkan lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi nyata dalam bidang periklanan.

Dukungan pemerintah melalui Kemenekraf pada AWF 2026 menggambarkan komitmen untuk memperkuat ekosistem industri periklanan nasional. Upaya tersebut meliputi pengembangan talenta kreatif, kolaborasi lintas sektor, dan adaptasi terhadap transformasi digital agar subsektor ini semakin kompetitif di pasar global.

Dengan adanya platform seperti Advertising Week Festival dan dukungan penuh dari pemerintah serta institusi pendidikan, Indonesia diharapkan dapat terus mencetak creative leader muda yang tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. Ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi industri periklanan dalam perekonomian kreatif nasional maupun global.

Ke depan, pengembangan talenta muda kreatif dan inovatif di bidang periklanan akan semakin menjadi fokus utama untuk menghadapi dinamika industri yang terus berubah. Pemerintah dan akademisi pun terus berupaya menyelaraskan program pendidikan dengan kebutuhan industri agar hasilnya nyata dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.