Media Kampung – Konten kreator asal Medan, Wardatina Mawa, harus menerima kenyataan pahit saat akun Instagram pribadinya yang telah dibangun selama 10 tahun mendadak hilang dan diduga menjadi korban peretasan. Akun @wardatinamawa yang bercentang biru ini raib dari dunia maya tanpa pemberitahuan, menimbulkan kerugian besar terutama dalam bisnis dan kontrak endorse yang tengah berjalan.

Kejadian ini terungkap ketika Wardatina Mawa tengah berada di Surabaya usai menghadiri sebuah acara. Ia merasa sangat terpukul karena akun tersebut merupakan aset digital penting yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan dan eksistensinya di media sosial. Mawa mengungkapkan rasa sedihnya atas kehilangan mendadak ini, sekaligus menduga kuat bahwa akun miliknya telah di-hack oleh pihak tidak bertanggung jawab.

“Sedih sekali, karena akun itu juga untuk berbisnis,” ujar Wardatina Mawa dalam wawancara yang dikutip dari YouTube STARPRO Indonesia. Ia menambahkan, “Akun Instagram aku tiba-tiba hilang, kayaknya ada yang nge-hack.” Meski demikian, Mawa berusaha untuk tetap tabah dan memilih untuk ikhlas menerima keadaan ini sebagai bagian dari ujian hidupnya.

Perempuan berusia 25 tahun ini kini tengah menjalani proses perceraian dari suaminya, pengusaha Insanul Fahmi, yang juga sedang menjadi sorotan publik. Di tengah situasi sulit tersebut, kehilangan akun Instagram yang sudah dibangunnya sejak lama menjadi pukulan berat. Namun, Mawa bertekad untuk membuka lembaran baru dengan membuat akun alternatif dan tetap berusaha mengembangkan kreativitasnya di dunia digital.

Meski sudah memilih untuk ikhlas, Wardatina Mawa berencana mengusut tuntas kasus hilangnya akun tersebut agar dapat mengetahui pelaku di balik peretasan ini. Ia juga mengaku bersyukur karena para klien yang bekerja sama dengannya tetap memahami kondisi sulit yang sedang dialaminya dan memberikan ruang untuk memulai kembali dari awal.

Hilangnya akun Instagram ini bukan hanya soal kehilangan pengikut, tapi juga berdampak langsung pada bisnis Mawa yang sedang berkembang pesat. Ia sangat berharap proses pemulihan akun atau pembuatan akun baru dapat berjalan lancar sehingga aktivitasnya sebagai kreator konten dan pebisnis online bisa kembali normal.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keamanan digital dan kesiapsiagaan menghadapi risiko peretasan yang bisa menimpa siapa saja, terutama publik figur dan pelaku usaha digital. Wardatina Mawa, dengan segala perjuangannya, menunjukkan sikap tegar dan berani menatap masa depan meskipun harus memulai dari nol kembali.

Dengan langkah ikhlas dan semangat membangun kembali, Mawa berharap bisa melewati masa sulit ini dan terus berkarya untuk penggemar serta kliennya. Proses hukum atas dugaan peretasan juga akan diupayakan demi perlindungan hak digitalnya sebagai kreator dan pelaku bisnis online.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.