Media KampungSubnautica 2 mencatat penjualan luar biasa hingga memaksa Krafton membayar earnout senilai $250 juta kepada pengembangnya, Unknown Worlds. Game petualangan bawah laut ini telah terjual lebih dari 4 juta kopi sejak peluncuran early access pada 14 Mei, dengan puncak pemain mencapai lebih dari 467.000 di Steam.

Perjalanan pengembangan Subnautica 2 penuh gejolak, termasuk pemecatan CEO Unknown Worlds, Ted Gill, dan beberapa anggota senior tim oleh Krafton pada musim panas tahun lalu. Krafton menuduh penundaan peluncuran game sebagai alasan pemecatan, meskipun penundaan tersebut berpotensi membuat tim memenuhi syarat menerima bonus earnout $250 juta.

Gill dan rekan-rekannya menggugat Krafton dengan tuduhan pemecatan yang disengaja untuk menghindari pembayaran bonus tersebut. Krafton membalas dengan menyatakan bahwa tuntutan tersebut tidak berdasar dan menuduh staf yang dipecat mencuri dokumen sebagai persiapan litigasi, yang menambah kerumitan kasus ini.

Pada Maret, pengadilan Delaware memerintahkan Krafton untuk mengembalikan Gill ke posisi CEO dan membayar bonus earnout kepada staf, sebuah keputusan yang mengejutkan industri game. Kini, laporan dari media Korea Selatan menyatakan Krafton telah menyetujui pembayaran bonus tersebut.

Perseteruan hukum ini mengungkap berbagai fakta mengejutkan terkait tindakan internal Krafton menjelang peluncuran Subnautica 2. CEO Krafton, Changhan Kim, menganggap kesepakatan earnout sebagai “kesepakatan buruk” dan merasa “dimanfaatkan”. Meski diberi peringatan oleh departemen hukum mengenai risiko pembayaran earnout dan potensi gugatan, Kim sempat menggunakan bantuan ChatGPT untuk menyusun strategi menghadapi situasi tersebut.

ChatGPT merekomendasikan pembentukan satuan tugas internal bernama Project X dengan mandat negosiasi atau pengambilalihan Unknown Worlds. Krafton kemudian mengikuti sebagian besar saran AI tersebut selama proses tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.