Media Kampung, Nusakambangan – Muhammad Ridwan, seorang warga binaan di Lapas Nusakambangan, berhasil mengubah hidupnya melalui pembelajaran menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Konveksi yang ada di pulau tersebut. Dari yang awalnya tidak memiliki pengetahuan menjahit, Ridwan kini menjadi instruktur yang membimbing warga binaan baru dalam mengoperasikan mesin jahit dan obras.

Perjalanan Ridwan Belajar Menjahit

<pRidwan mulai belajar menjahit pada Oktober 2025 setelah dipindahkan ke Nusakambangan pada Agustus tahun yang sama. Ia memilih mengikuti program pembinaan keterampilan konveksi sebagai bekal untuk masa depan setelah bebas. Ridwan mengakui bahwa dia memulai dari nol, tanpa pengalaman atau pengetahuan tentang menjahit sebelumnya.

Baca juga:

Belajar menjahit membutuhkan kesabaran dan ketelitian karena setiap jahitan harus presisi dan potongan kain harus sesuai pola. Proses ini menuntut ketekunan agar hasil jahitan rapi dan berkualitas. Ridwan berhasil mengatasi tantangan tersebut dan kini dipercaya menjadi instruktur yang membimbing sekitar dua warga binaan baru setiap hari.

Aktivitas di Balai Latihan Kerja Konveksi

BLK Konveksi di Nusakambangan beroperasi hampir setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, Senin sampai Sabtu. Produksi pakaian, khususnya seragam lapas, mencapai 150 hingga 200 potong per hari yang didistribusikan ke berbagai lembaga pemasyarakatan di Jawa Tengah.

Baca juga:

Selain menjahit, Ridwan juga mampu memperbaiki mesin jahit jika mengalami kendala, sehingga membantu kelancaran proses produksi dan pembelajaran bagi warga binaan lainnya.

Manfaat dan Harapan Ridwan

Melalui keterampilan menjahit, Ridwan mendapatkan penghasilan tambahan berupa premi berdasarkan jumlah produksi. Pendapatan tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari selama di lapas dan sebagian disimpan sebagai tabungan untuk bekal setelah bebas.

Baca juga:

Meski belum merencanakan membuka usaha konveksi sendiri, Ridwan berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi pintu masuk untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik, bekerja di usaha kecil atau perusahaan setelah keluar dari penjara.

Makna Pembelajaran bagi Ridwan

Lebih dari sekadar belajar menjahit, Ridwan melihat kesempatan ini sebagai jalan untuk membangun identitas baru dan masa depan yang lebih positif. Mesin jahit bagi Ridwan bukan hanya alat produksi, melainkan simbol harapan dan perubahan hidup yang nyata.