Media Kampung – Warhammer 40,000: Chaos Gate – Deathwatch hadir sebagai kelanjutan dari game strategi Warhammer 40,000: Chaos Gate – Daemonhunters dengan membawa fokus baru pada pasukan Deathwatch yang merupakan gabungan berbagai chapter Space Marines dalam membasmi ancaman Xenos.
Dalam wawancara dengan Peter Schnabl selaku lead game designer dan Iain Stenhouse sebagai produser dari Complex Games, terungkap bahwa Deathwatch membawa pengalaman yang jauh lebih besar dan kompleks dibandingkan pendahulunya. Berbeda dengan game pertama yang terpusat pada Grey Knights dan Death Guard, Deathwatch mengusung lebih dari 20 kelas unit baru yang terdiri dari tiga faksi utama, yaitu Deathwatch, Astra Militarum, dan Inquisition.
Peter Schnabl menjelaskan bahwa Deathwatch memberi kesempatan unik untuk menggabungkan berbagai chapter Space Marines yang memiliki gaya bertempur berbeda-beda, sehingga taktik dan pendekatan dalam pertempuran akan sangat bervariasi. Iain Stenhouse menambahkan bahwa pemain dapat mengkustomisasi skuad mereka dengan berbagai jenis unit, termasuk tank ikonik Leman Russ, yang menjadi salah satu tambahan menarik dalam pertempuran menghadapi banyak musuh.
Dari sisi cerita, meskipun tidak melanjutkan langsung kisah game sebelumnya, ada keterkaitan yang membuatnya tetap relevan dalam semesta Warhammer 40,000. Pemain akan mengendalikan seorang Inquisitor baru yang mampu menggabungkan unit dari ketiga faksi tersebut dalam satu skuad melalui sistem penempatan pasukan yang lebih fleksibel.
Meski jumlah unit dalam skuad tidak secara signifikan diperbesar, fleksibilitas dalam pemilihan unit memungkinkan pemain memilih antara membawa sedikit unit yang kuat atau banyak unit yang lebih lemah, tergantung kebutuhan misi. Ini memberikan dimensi taktis yang lebih kaya dalam menjalankan setiap pertempuran.
Selain itu, game ini memperluas variasi musuh Xenos yang harus dihadapi, dengan enam hingga tujuh faksi berbeda termasuk Orks dan T’au. Keberagaman musuh ini dirancang untuk menjaga pengalaman bermain tetap segar dan menantang sepanjang kampanye.
Dalam hal mekanisme permainan, Warhammer 40,000: Chaos Gate – Deathwatch masih mempertahankan elemen inti dari Daemonhunters seperti minimnya pengaruh keberuntungan dalam tembakan sehingga hasil serangan dapat diprediksi dengan jelas. Mekanisme puzzle dalam menghadapi posisi musuh yang disiapkan di giliran mereka juga tetap menjadi bagian penting dari gameplay, memberikan kepuasan tersendiri bagi pemain yang menyukai strategi mendalam.
Fitur baru yang juga diperkenalkan adalah mode Skirmish, yang memungkinkan pemain menikmati pertempuran singkat tanpa risiko kehilangan unit di kampanye utama. Mode ini menyediakan opsi untuk bereksperimen dengan strategi baru secara lebih leluasa.
Warhammer 40,000: Chaos Gate – Deathwatch dikembangkan untuk platform PC, PlayStation 5, dan Xbox Series X|S, dengan fokus utama pada pengalaman single-player yang intens dan bervariasi. Melalui wawancara ini, Complex Games menunjukkan bahwa mereka berusaha mempertahankan esensi dan keunikan seri sebelumnya sambil memperluas jangkauan dan kedalaman taktis dalam game terbaru ini.
Dengan semua pembaruan dan tambahan tersebut, Warhammer 40,000: Chaos Gate – Deathwatch siap menjadi pengalaman strategi yang lebih kaya dan menantang bagi para penggemar Warhammer dan game taktis secara umum.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan