Media Kampung – Enam bulan sebelum peluncuran Grand Theft Auto 6, karyawan Rockstar di Inggris resmi membentuk serikat pekerja sebagai respons atas pemecatan 31 karyawan pada Oktober 2025.
Pemecatan tersebut diduga terkait upaya karyawan untuk membentuk serikat, meskipun Rockstar membantah dan menyatakan pemecatan dilakukan karena karyawan membocorkan fitur rahasia game di forum publik.
Kasus ini kini tengah dalam proses hukum, namun dari situasi tersebut lahir Rockstar Game Workers Union yang menjadi bagian dari Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB).
Serikat ini diumumkan dengan video yang menyoroti perjalanan tujuh bulan terakhir, mulai dari pemecatan, protes di kantor Rockstar, hingga komitmen pemerintah Inggris untuk menyelidiki kasus tersebut.
Dalam video itu, serikat menyebut bahwa tindakan Rockstar justru memperkuat tekad karyawan dan kini anggota serikat semakin banyak dari berbagai lokasi Rockstar di Edinburgh, London, Leeds, Lincoln, dan Dundee.
Fokus serikat meliputi transparansi gaji, fleksibilitas kerja, dan penghentian praktik kerja keras berlebihan (crunch).
Selain itu, serikat juga menggalang dana untuk mendukung proses hukum melawan Rockstar dengan tujuan memperoleh keadilan bagi karyawan yang dipecat dan menegaskan bahwa studio game tidak boleh memperlakukan pekerjanya secara tidak adil.
Rockstar dan induk perusahaannya, Take-Two Interactive, optimistis dengan peluncuran GTA 6 yang dijadwalkan pada 19 November 2026, dengan proyeksi pendapatan mencapai lebih dari 8 miliar dolar AS tahun fiskal 2027.
Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi terkait versi PC dari game ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan