Media Kampung, Steelkrill Studios mengumumkan game horor terbaru berjudul Where Dolls Hang yang terinspirasi dari Isla de las Muecas, pulau di Meksiko yang memegang Rekor Dunia Guinness sebagai koleksi boneka terkutuk terbesar. Dalam game bergenre survival horror ini, pemain berperan sebagai detektif yang menyelidiki kasus orang hilang di lokasi angker tersebut.
Menurut siaran pers pengembang, pemain harus menyelidiki kasus orang hilang dengan memeriksa tubuh, mengumpulkan petunjuk, menempatkan marker bukti, dan mendokumentasikan tempat kejadian perkara menggunakan kamera dalam game. Semua itu harus dilakukan sambil bertahan dari bahaya yang mengintai di dalam hutan.
Salah satu cara menemukan petunjuk adalah melalui kaset VHS yang bisa dibawa pulang ke tempat aman untuk ditonton. Di sinilah keunikan Where Dolls Hang: pemain juga bisa menonton film horor domain publik seperti Night of the Living Dead (1968).
Film klasik George A. Romero tersebut masuk domain publik karena kesalahan teknis: saat dirilis, undang-undang hak cipta AS mensyaratkan pemberitahuan hak cipta yang terlihat. Meskipun film memiliki pemberitahuan hak cipta saat masih berjudul Night of the Flesh Eaters, pemberitahuan itu dihilangkan ketika judul diubah menjadi Night of the Living Dead sebelum perilisan. Akibatnya, film tersebut bebas diunduh dari Internet Archive atau ditambahkan ke dalam video game.
Belum diketahui film horor domain publik lain apa saja yang akan disertakan dalam Where Dolls Hang. Namun, ada banyak pilihan seperti Manos: The Hands of Fate, Plan 9 from Outer Space, The Screaming Skull, Maniac, The Brain That Wouldn’t Die, Little Shop of Horrors dan The Wasp Woman karya Roger Corman, atau White Zombie yang sesuai dengan tema game.
Where Dolls Hang dijadwalkan rilis tahun ini. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di halaman Steam game tersebut.





















Tinggalkan Balasan