Media Kampung – Kesepakatan bonus yang bermasalah terkait Subnautica 2 akan mengancam lebih dari sepertiga laba tahunan Krafton yang diperkirakan mencapai 736 juta dolar AS pada 2025. Kesepakatan tersebut mengharuskan Krafton membayar bonus besar kepada tiga pendiri Unknown Worlds, pengembang Subnautica 2, setelah penjualan game melewati ambang tertentu.
Penjualan luar biasa ini membuat pembayaran bonus besar itu hampir pasti terlaksana, yang berarti Krafton harus mengeluarkan dana besar yang bisa menyedot lebih dari sepertiga laba operasional tahunannya. Krafton sendiri melaporkan laba operasi sebesar 1,1 triliun won Korea Selatan pada 2025, setara sekitar 736 juta dolar AS.
Krisis ini juga memicu kontroversi internal dan hukum di Krafton, termasuk pemecatan mendadak tiga pemimpin studio Unknown Worlds pada 2025. Krafton sempat menuduh mereka tergesa-gesa merilis game demi bonus dan melakukan pelanggaran, namun pengadilan mengungkap bahwa Krafton sebenarnya mengetahui dan menyetujui langkah tersebut sebelumnya. Bahkan CEO Krafton, Changhan Kim, dikabarkan mencoba mencari cara keluar dari kontrak lewat konsultasi dengan kecerdasan buatan karena menyadari kesepakatan tersebut sangat merugikan perusahaan.
Subnautica 2 sendiri dikenal sebagai game dengan rating sangat positif dan menjadi game tercepat terjual pada 2026 sejauh ini, sehingga potensi pendapatan terus meningkat. Namun, masalah bonus ini menjadi beban besar bagi Krafton yang harus mengelola dampak finansial dan reputasi perusahaan pasca-akuisisi studio pada 2021.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan