Media Kampung – Game 007 First Light menjadi salah satu judul terbaru di tahun 2026 yang belum mengadopsi teknologi upscaling terbaru seperti AMD FSR 4 dan Intel XeSS. Hal ini menambah daftar panjang game yang kurang memberikan dukungan optimal bagi pengguna kartu grafis AMD Radeon dan Intel Arc.
Pada game terbaru dari IO Interactive ini, pengguna kartu grafis Nvidia GeForce RTX dapat menikmati teknologi DLSS 4.5 Super Resolution dan Multi Frame Generation. Sementara itu, opsi yang tersedia untuk AMD FSR terbatas pada mode Quality, Balanced, dan Performance saja, tanpa adanya dukungan native anti-aliasing atau Ultra Performance upscaling. Selain itu, tidak ada fitur frame generation dari FSR maupun XeSS yang hadir dalam game ini.
Situasi serupa juga terlihat pada beberapa game besar lainnya di tahun 2026. Forza Horizon 6 misalnya, meski menyediakan beberapa mode FSR dan XeSS termasuk native anti-aliasing, tetap hanya menggunakan FSR versi 3.1.5 dan mengabaikan teknologi frame generation dari AMD maupun Intel. Pragmata hadir dengan FSR 4.1 tetapi tanpa dukungan frame generation maupun XeSS. Resident Evil: Requiem lebih baik dengan mendukung FSR versi 3 dan 4 serta DLSS 4, namun tetap tidak menyediakan XeSS.
Ketiadaan dukungan ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pengguna AMD dan Intel tentang alasan di balik keputusan pengembang game. Namun, Nvidia secara resmi menegaskan bahwa pihaknya tidak menghalangi pengembang untuk mengimplementasikan teknologi pesaing. Keita Iida, Wakil Presiden Hubungan Pengembang Nvidia, menyatakan bahwa Nvidia justru menyediakan berbagai alat dan dukungan agar pengembang dapat mengintegrasikan teknologi seperti DLSS dan bahkan teknologi kompetitor dengan mudah.
Keputusan untuk tidak mengadopsi fitur terbaru FSR 4 atau frame generation dari AMD dan Intel sepenuhnya ada di tangan pengembang game seperti IO Interactive dan Playground Games. Faktor dominasi Nvidia di pasar kartu grafis diskrit dianggap menjadi alasan utama pengembang lebih memilih fokus pada fitur yang paling banyak digunakan oleh pemain.
Meski frame generation pada FSR 3.1 dianggap kurang optimal dibandingkan teknologi lain, memberikan pilihan kepada gamer untuk mengaktifkan fitur tersebut bisa menjadi solusi terbaik. Namun, kenyataannya saat ini hanya pengguna kartu grafis Nvidia RTX yang memiliki kebebasan tersebut.
Selain itu, kemampuan menggunakan teknologi ray tracing berbasis AI juga masih terbatas bagi pengguna AMD dan Intel. AMD sendiri belum merilis teknologi denoiser FSR Redstone yang diharapkan dapat mengisi kekosongan tersebut. Sementara Intel belum memiliki perangkat keras dan perangkat lunak pendukung ray tracing tingkat tinggi yang dibutuhkan.
Dengan kondisi ini, pengguna kartu grafis AMD dan Intel masih harus menunggu hingga pengembang game lebih terbuka mengadopsi teknologi terbaru dari kedua produsen tersebut. Sementara itu, pengguna Nvidia RTX menikmati berbagai fitur peningkatan performa dan kualitas grafis yang lebih lengkap di game-game terbaru tahun 2026.
Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada keputusan pengembang dalam menghadirkan dukungan teknologi upscaling dan frame generation yang lebih luas agar pengalaman bermain game semakin optimal bagi semua pengguna GPU.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan