Media Kampung – Pengembang game Arc Raiders, Embark, memberikan penjelasan mendalam terkait sistem matchmaking unik yang berbasis tingkat agresi pemain. Dalam blog resmi mereka, Embark membantah berbagai mitos yang beredar dan menegaskan bahwa aksi membela diri kini tidak akan dianggap sebagai tindakan permusuhan dalam sistem pencocokan pemain.

Sejak diperkenalkan, sistem matchmaking Arc Raiders membagi pemain berdasarkan gaya bermain mereka yang dinilai pada sebuah spektrum agresi, bukan hanya terbagi menjadi dua kategori yaitu ramah dan agresif. Embark menjelaskan bahwa sebagian besar pemain berada di tengah-tengah, terkadang ramah namun bisa berubah berdasarkan situasi. Sistem ini berusaha mengelompokkan pemain dengan gaya bermain yang serupa, namun tetap mempertahankan dinamika permainan agar tidak terlalu dapat diprediksi.

Dalam pembaharuan terbaru, Embark melakukan dua penyesuaian penting berdasarkan masukan komunitas. Pertama, membela diri tidak lagi dianggap sama dengan memulai pertarungan, sehingga pemain yang lebih berhati-hati tidak akan salah dikategorikan sebagai pemain PvP agresif. Kedua, ronde dengan aktivitas rendah, seperti hanya melakukan spawn dan menyerah, kini memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap penilaian gaya bermain, demi mencerminkan perilaku sebenarnya saat pemain aktif bermain.

Embark juga meluruskan sejumlah kesalahpahaman terkait matchmaking di Arc Raiders. Mereka menegaskan bahwa tidak ada lobby khusus PvE yang benar-benar bebas dari serangan pemain lain, serta bahwa satu kali membunuh tidak langsung mengubah status pemain menjadi agresif dalam matchmaking. Selain itu, umpan balik di akhir ronde tidak mempengaruhi pencocokan berikutnya, dan pilihan peralatan pemain tidak menjadi faktor dalam menentukan tingkat kesulitan lobby.

Pembaruan dan patch juga tidak menghapus rekam jejak gaya bermain pemain, walaupun pada awal update terkadang matchmaking terasa kurang stabil karena jumlah pemain yang sedang memperbarui game. Embark juga menjelaskan bahwa tindakan mengambil barang dari pemain yang kalah tidak memengaruhi penilaian gaya bermain, serta bahwa status pemimpin skuad tidak memiliki bobot lebih dalam sistem matchmaking dibanding anggota lainnya. Terakhir, pengaturan crossplay hanya mempengaruhi waktu pencarian lobby, bukan gaya interaksi atau tingkat PvP dalam pertandingan.

Meski demikian, beberapa pemain masih merasa skeptis terhadap klaim Embark, terutama terkait perubahan status agresi setelah membela diri. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi dan pengalaman pemain dalam sistem matchmaking masih bervariasi di lapangan. Embark terus memantau dan menyesuaikan sistemnya agar dapat memberikan pengalaman bermain yang lebih adil dan menyenangkan bagi komunitas Arc Raiders.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.