Media Kampung – Sebuah petisi daring yang menyerukan Sony untuk menyetujui pengembangan game Destiny 3 telah mengumpulkan lebih dari 120.000 tanda tangan dalam waktu singkat. Namun, meskipun antusiasme penggemar sangat tinggi, peluang keberadaan Destiny 3 masih diragukan mengingat situasi terkini developer Bungie dan strategi perusahaan induknya.
Bungie mengejutkan komunitas game ketika mengumumkan bahwa pembaruan terakhir untuk Destiny 2 akan dilakukan pada Juni 2024, menandai akhir dari era Destiny yang dimulai sejak 2014. Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan Bungie, terutama setelah pengumuman pemutusan hubungan kerja dan kegagalan game baru mereka, Marathon, untuk menarik perhatian luas.
Dalam konteks tersebut, penggemar Destiny menggalang petisi di platform Change.org yang ditujukan kepada Sony, induk Bungie, agar memberikan lampu hijau untuk pengembangan Destiny 3. Harley Casto, pencipta petisi, menegaskan bahwa keinginan untuk petualangan baru, cerita segar, dan fitur gameplay inovatif sangat besar di kalangan pemain. Ia berharap Destiny 3 dapat menginspirasi generasi baru dan mempertahankan semangat para Guardian.
Namun, laporan dari Bloomberg menyebutkan bahwa Bungie tengah mengalami pengurangan staf yang signifikan akibat penghentian dukungan Destiny 2. Selain itu, tidak ada indikasi bahwa Destiny 3 sedang dalam tahap pengembangan aktif. Bungie memang berencana mengajukan konsep baru dalam semesta Destiny, tetapi Destiny 3 tidak masuk dalam rencana tersebut saat ini.
Salah satu faktor utama di balik keputusan ini adalah biaya produksi yang sangat tinggi. Jason Schreier, jurnalis Bloomberg, menyatakan bahwa besarnya dana yang dibutuhkan untuk pengembangan game AAA seperti Destiny 3 menjadi kendala besar. Dalam beberapa tahun terakhir, anggaran pembuatan game sejenis telah melonjak hingga ratusan juta dolar. Misalnya, Marathon dilaporkan menghabiskan lebih dari 250 juta dolar, sementara game lain seperti The Last of Us: Part II dan Horizon Forbidden West juga menghabiskan biaya di atas 200 juta dolar.
Industri game saat ini sedang menghadapi tantangan ekonomi dengan penurunan penjualan dan peningkatan harga konsol, sehingga Sony juga melakukan penghematan biaya. Kondisi ini membuat kemungkinan investasi besar untuk Destiny 3 menjadi sangat kecil, terutama di tengah tren kegagalan live service games yang terus meningkat.
Akibatnya, banyak penggemar Destiny yang mulai mengucapkan selamat tinggal dan mengenang berbagai momen berharga dari franchise ini melalui media sosial. Sementara itu, Sony tetap mendukung pengembangan konten baru untuk Marathon agar jumlah pemainnya bertambah. Namun, untuk Destiny 3, meski ada dukungan kuat dari komunitas lewat petisi, harapan untuk kelahiran game tersebut masih belum jelas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan