Media Kampung – Mantan Chairman SIE Worldwide Studios, Shawn Layden, kembali melontarkan kritik tajam, kali ini terhadap mantan perusahaannya sendiri, Sony. Setelah sebelumnya mengecam kebijakan Xbox, Layden kini menyoroti keputusan Sony yang mulai menarik game-game PlayStation dari platform PC. Menurutnya, langkah tersebut tidak masuk akal.
Dalam wawancara dengan PSI, Layden mengungkapkan bahwa sejak awal, tujuan merilis game PlayStation ke PC bukanlah untuk meraup keuntungan besar, melainkan untuk memperkenalkan properti intelektual (IP) Sony kepada audiens yang lebih luas. “Ini tentang mendapatkan eyeballs—membuat orang yang tidak memiliki PlayStation tetap mengenal karakter dan cerita kami,” ujarnya. Layden menekankan bahwa eksposur lintas platform sangat penting untuk kesuksesan IP di media lain seperti film, televisi, atau merchandise.
Kekhawatiran bahwa rilis PC akan mendevaluasi merek PlayStation dinilai Layden berlebihan. Ia berargumen bahwa jeda waktu rilis antara konsol dan PC—biasanya 18 bulan—sudah cukup untuk mengatasi masalah tersebut. “Jika seseorang bersedia menunggu 18 bulan, mereka tidak akan membeli hardware PlayStation. Jadi tidak ada penjualan yang hilang,” jelasnya.
Layden juga mempertanyakan logika di balik pengurangan rilis PC. “Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan,” katanya. Ia menambahkan bahwa jika biaya porting menjadi masalah, masih ada potensi pendapatan dari penjualan di PC yang bisa menutupinya.
Menariknya, kebijakan Sony ini kontras dengan kondisi industri PC yang sedang berkembang pesat. Laporan Global Games Market Report Juni 2026 menunjukkan pendapatan game PC naik 12% year-over-year, mendorong total pasar game melebihi 200 miliar dolar AS untuk pertama kalinya. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan konsol nyaris stagnan.
Kritik Layden menambah daftar panjang ketidakpuasan terhadap strategi Sony belakangan ini. Meski sempat sukses dengan rilis PC seperti Horizon Zero Dawn dan God of War, Sony kini mengurangi fokusnya pada platform tersebut. Keputusan ini dinilai membingungkan, terutama ketika PC gaming sedang berada di puncak kejayaannya.
Artikel ini telah ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Media Kampung.





Tinggalkan Balasan