Media Kampung, Palembang – Pemerintah Kota Palembang memulai era baru dalam pengelolaan sampah dengan mengoperasikan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Langkah ini menandai perubahan paradigma pengelolaan sampah yang tidak hanya fokus pada pembuangan, tetapi juga pemanfaatan sampah sebagai sumber energi terbarukan.
Pengiriman Sampah ke PSEL
Pada tahap awal, sampah dari berbagai wilayah di Palembang mulai dialirkan ke PSEL dengan volume sekitar 960 ton per hari. Proses pengiriman melibatkan lebih dari 400 Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan didukung oleh 141 armada pengangkut yang dioperasikan dari total 160 armada yang tersedia. Pemerintah kota juga merencanakan penambahan armada guna memperkuat distribusi sampah ke fasilitas ini.
Proses Pengolahan Sampah di PSEL
Sampah yang diterima tidak langsung dibakar, melainkan menjalani proses fermentasi selama lima hingga tujuh hari sebelum diolah menjadi energi listrik. Proses ini memastikan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam menghasilkan listrik.
Peran Strategis PSEL dalam Pengelolaan Lingkungan
Walikota Palembang, Drs. H. Ratu Dewa, M.Si., menegaskan bahwa PSEL merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi meningkatnya volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas kota. Palembang menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Agenda dan Harapan Pemerintah
PSEL dijadwalkan memasuki agenda penting pada 10 September 2026, dengan kehadiran pejabat pemerintah pusat termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Infrastruktur. Peresmian fasilitas ini direncanakan pada Desember 2026 oleh Presiden Republik Indonesia.
Kesadaran Masyarakat dan Sistem Terintegrasi
Meski teknologi menjadi kunci, keberhasilan pengelolaan sampah juga bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengurangi dan memilah sampah sejak sumbernya. Pemerintah Kota Palembang optimistis dengan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, sampah dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi berkelanjutan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan kota.















Tinggalkan Balasan