Media Kampung, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite kembali terjadi di wilayah Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Sejumlah kios pengecer tidak lagi menjual Pertalite karena stok habis sejak dua hari terakhir. Kondisi ini dikeluhkan warga karena bukan kali pertama terjadi.

Masyarakat berharap distribusi BBM dapat dilakukan lebih terjadwal sehingga pasokan tidak terputus dan aktivitas sehari-hari tidak terganggu. BBM menjadi kebutuhan utama bagi warga di daerah tersebut.

Kepala Bagian Ekonomi Setda Kabupaten Lingga, Ardiansyah, mengatakan pasokan Pertalite untuk SPBU sebenarnya telah tiba pada Jumat malam, 5 Juli 2026. Namun, proses pembongkaran belum dapat dilakukan karena kondisi air laut sedang surut. “Untuk SPBU, kapalnya sudah sampai tadi malam. Karena air laut surut, mereka belum bisa melakukan pembongkaran,” kata Ardiansyah, Senin, 6 Juli 2026.

Ia menjelaskan, sementara itu pasokan BBM untuk kios-kios yang mendapat rekomendasi dari pemerintah kecamatan juga sudah tiba di Desa Sungai Buluh dan akan segera didistribusikan kepada para pengecer. “Infonya sudah sampai subuh tadi, dan akan disalurkan pada penjualan,” ujarnya.

Camat Singkep, Agustiar, membenarkan bahwa stok Pertalite telah tersedia dan kini tinggal disalurkan ke kios-kios yang telah ditunjuk agar masyarakat kembali dapat memperoleh BBM. “Iya minyak sudah tiba, tinggal disalurkan ke kios-kios,” kata Agustiar.

Meski demikian, masyarakat mempertanyakan pola distribusi yang dinilai selalu terlambat. Warga menilai pasokan baru datang setelah stok benar-benar habis sehingga kelangkaan terus berulang. Masyarakat berharap pemerintah bersama pihak terkait dapat mengatur jadwal pengangkutan dan distribusi BBM secara lebih baik agar pasokan Pertalite tetap tersedia dan tidak lagi mengalami kekosongan.