Media Kampung – Musim kemarau yang melanda pertengahan tahun 2026 membawa angin segar bagi petani cengkeh di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Curah hujan yang rendah menciptakan kondisi ideal bagi tanaman cengkeh untuk berbuah, sehingga prospek hasil panen tahun ini diperkirakan lebih baik dibanding musim sebelumnya.

Salah seorang petani cengkeh di Dusun Segunung, Desa Carangwulung, Hari, mengungkapkan bahwa sekitar 400 pohon cengkeh varietas Zanzibar miliknya sudah memasuki masa panen. Meskipun masih ada beberapa tanaman yang terdampak organisme pengganggu tanaman (OPT), kondisinya masih bisa dikendalikan. “Kami tetap yakin produksi tahun ini akan lebih maksimal. Yang paling kami harapkan sekarang adalah harga jual tetap stabil ketika panen berlangsung,” ujar Hari, Minggu (28/6/2026).

Optimisme petani tersebut sejalan dengan besarnya peran Kecamatan Wonosalam sebagai daerah penghasil cengkeh terbesar di Kabupaten Jombang. Wilayah pegunungan ini menjadi tulang punggung produksi cengkeh daerah dengan kontribusi lebih dari separuh total hasil panen kabupaten setiap tahunnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M. Rony, menjelaskan bahwa luas areal perkebunan cengkeh di Kabupaten Jombang mencapai 660,5 hektare. Sebanyak 435 hektare berada di Kecamatan Wonosalam, sedangkan 225,5 hektare lainnya tersebar di Kecamatan Bareng. “Wonosalam masih menjadi sentra utama produksi cengkeh di Kabupaten Jombang. Kontribusinya mencapai lebih dari 60 persen dari total produksi cengkeh daerah setiap tahun,” kata Rony.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang tahun 2025, produksi cengkeh kering di Kecamatan Wonosalam mencapai sekitar 234,9 ton per tahun. Sementara itu, Kecamatan Bareng menghasilkan sekitar 128,35 ton, sehingga total produksi cengkeh kering Kabupaten Jombang mencapai sekitar 363 ton per tahun dengan produktivitas rata-rata 0,55 ton per hektare.

Untuk menjaga dan meningkatkan hasil produksi, Dinas Pertanian terus melakukan pendampingan kepada petani melalui penerapan budidaya yang baik, pengendalian OPT, serta peningkatan mutu hasil panen. Pemerintah daerah juga memperkuat pengembangan perkebunan cengkeh melalui penyediaan bibit unggul dan program peremajaan tanaman. “Selama tahun 2025 kami telah menyalurkan sekitar 3.000 bibit cengkeh ke kawasan potensial di Wonosalam dan Bareng. Pada tahun 2026 juga disiapkan program peremajaan tanaman seluas enam hektare di Kecamatan Bareng untuk menjaga keberlanjutan produksi,” ucap Rony.

Selain bantuan bibit dan peremajaan tanaman, penguatan kapasitas sumber daya petani juga dilakukan melalui pembinaan kelompok tani. Sepanjang 2025 hingga 2026, sebanyak 250 petani cengkeh di Kecamatan Wonosalam dan Bareng memperoleh pendampingan untuk meningkatkan keterampilan budidaya, memperbaiki kualitas hasil panen, serta memperkuat pengelolaan usaha tani agar produksi cengkeh di Kabupaten Jombang tetap terjaga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.