Media Kampung – 18 April 2026 | Dari gerbong kereta api ke Persebaya Academy, Erlangga menempuh perjalanan 4 jam setiap hari untuk mengejar mimpi menjadi pemain sepak bola profesional.

Pemuda berusia 17 tahun ini berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dan sejak tiga bulan lalu bergabung dengan akademi klub Persebaya Surabaya.

Setiap pagi, ia naik kereta api kelas ekonomi dari Stasiun Jombang pukul 04.30, menempuh tiga pemberhentian sebelum tiba di Stasiun Surabaya Gubeng pada pukul 07.30.

Sesampainya di Surabaya, Erlangga berjalan kaki selama 15 menit ke kompleks latihan Persebaya Academy yang berlokasi di Jl. Veteran, Surabaya Barat.

Sesi latihan dimulai pukul 08.00 dan berakhir pada pukul 11.30, meliputi teknik dasar, taktik tim, serta latihan kebugaran intensif.

Erlangga bermain sebagai gelandang serang dengan tinggi 175 cm dan mencatat rata‑rata jarak tempuh 12 km per sesi latihan.

Pada uji coba seleksi Juni 2024, ia mencetak dua gol dan memberikan tiga assist, menempatkannya di urutan tiga terbaik dari 45 peserta.

Pelatih utama akademi, Rudi Hartono, menyatakan, ‘Ketekunan Erlangga dalam menempuh perjalanan panjang tidak mengurangi kualitas teknisnya di lapangan.’

Erlangga menanggapi, ‘Setiap kilometer perjalanan adalah bagian dari proses belajar, saya ingin membuktikan diri di level profesional.’

Orang tua Erlangga, Budi dan Siti, menegaskan dukungan penuh mereka meski harus mengatur keuangan rumah tangga secara ketat.

Biaya transportasi harian mencapai Rp 150.000, sementara biaya akademi ditanggung sebagian oleh beasiswa prestasi yang diberikan oleh klub.

Pemerintah Kabupaten Jombang memberikan bantuan transportasi khusus bagi atlet muda yang berlatih di luar daerah, termasuk Erlangga.

Persebaya Academy dikenal menghasilkan pemain seperti Evan Dimas dan Rendy Juliansyah, sehingga menambah tekanan kompetitif bagi anggota baru.

Meskipun demikian, statistik 2023 menunjukkan 22% alumni akademi berhasil menembus tim senior, menandakan peluang realistis bagi Erlangga.

Kelelahan akibat perjalanan panjang kadang memicu rasa nyeri pada otot kaki, namun ia rutin melakukan terapi pijat setelah latihan.

Rekan setimnya, Fajar Pratama, mengatakan, ‘Erlangga selalu semangat, bahkan setelah perjalanan panjang ia tetap fokus pada taktik tim.’

Pada pertandingan persahabatan antar akademi tanggal 12 Agustus 2024, ia mencetak gol penentu kemenangan 2‑1 melawan Bali United Academy.

Keberhasilan tersebut membawanya terpilih masuk skuad U‑17 regional yang akan bertanding pada kejuaraan Piala Nusantara September 2024.

Saat ini, Erlangga sedang mengikuti program pra‑musim di kamp pelatihan Persebaya di Kabupaten Malang, dengan target masuk tim cadangan senior musim depan.

Jika konsistensi performa tetap terjaga, peluangnya untuk menembus debut di Liga 1 pada tahun 2025 semakin besar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.