Media Kampung – Sumenep — Di tengah keterbatasan lahan pertanian kering yang hanya mengandalkan musim hujan, tembakau tetap menjadi andalan utama bagi sebagian besar petani di Madura. Bagi mereka, tanaman ini lebih dari sekadar komoditas musiman; ia adalah sumber harapan untuk memperbaiki taraf hidup keluarga.

Suharun, seorang petani asal Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, mengungkapkan bahwa lahannya setiap tahun hanya bisa ditanami jagung dan ketela pohon saat musim hujan. Namun, hasil kedua tanaman tersebut dinilai belum mampu memberikan keuntungan yang berarti bagi keluarganya. Menurut Suharun, keuntungan dari jagung dan ketela biasanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, tembakau menjadi satu-satunya komoditas yang berpotensi memberikan pendapatan lebih besar, terutama saat harga jual di pasaran sedang baik. “Kalau jagung dan ketela hanya untuk menyambung hidup keluarga. Tembakau yang menjadi harapan kami untuk memperbaiki ekonomi keluarga ketika harga sedang bagus,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.

Meski demikian, para petani berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertembakauan. Mereka menginginkan agar usaha tani yang dijalankan tidak selalu bergantung pada fluktuasi harga pasar yang kerap tidak menentu.

Fenomena ini menunjukkan bahwa di lahan kering Madura, tembakau menjadi tumpuan harapan petani untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Dukungan kebijakan yang tepat dari pemerintah diharapkan dapat memperkuat posisi tembakau sebagai komoditas strategis yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.