Media Kampung, Sumenep – Viaduk Karduluk merupakan sebuah jembatan penyeberangan kereta api peninggalan era kolonial Belanda yang berada di Dusun Blajud, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Bangunan ini menyimpan nilai sejarah penting sebagai saksi bisu kejayaan transportasi kereta api di Pulau Madura pada awal abad ke-20.

Meskipun jalur rel kereta api di Madura sudah lama tidak beroperasi, Viaduk Karduluk tetap berdiri kokoh dan menjadi destinasi menarik bagi pecinta sejarah dan wisata alam. Lokasinya yang tidak jauh dari bibir pantai menawarkan panorama alam yang menawan, termasuk pemandangan laut dan pegunungan di bagian timur Pulau Jawa saat cuaca cerah.

Baca juga:

Apa Itu Viaduk?

Viaduk adalah jembatan yang dirancang khusus untuk jalur kereta api agar dapat melintasi rintangan alam yang luas seperti lembah, sungai, atau jurang. Ciri khas viaduk adalah deretan lengkungan pilar penyangga yang rapat dan memanjang, berbeda dengan flyover modern yang biasanya menggunakan tiang penyangga beton atau baja dengan bentang lebih lebar.

Sejarah Pembangunan Viaduk Karduluk

Viaduk Karduluk diperkirakan dibangun sejak awal abad ke-20 saat jaringan kereta api di Pulau Madura mulai berkembang di masa pemerintahan kolonial Belanda. Meskipun belum ditemukan dokumen resmi yang menjelaskan tahun pembangunannya secara pasti, keberadaan viaduk ini terkait dengan jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Kamal di Bangkalan hingga Stasiun Kalianget di Kabupaten Sumenep.

Jalur Kereta Api Kamal-Kalianget

Pada era kolonial, jaringan kereta api di Madura dikelola oleh perusahaan Madoera Stoomtram Maatschappij (MSM). Kereta api berfungsi sebagai sarana transportasi penumpang sekaligus pengangkut hasil bumi. Namun, selama masa pendudukan Jepang, aktivitas kereta api menurun dan banyak rel kereta api dibongkar untuk kebutuhan perang. Pada 1988, seluruh jalur kereta api di Madura resmi ditutup karena kalah bersaing dengan moda transportasi darat lainnya.

Baca juga:

Daya Tarik dan Potensi Wisata

Selain viaduk, kawasan Dusun Blajud juga memiliki beberapa objek menarik seperti sumur mati peninggalan kuno dan bukit batu karang unik yang dikenal sebagai Tosolong atau Bato Solong. Bukit ini memiliki rongga besar menyerupai terowongan alami dan terdapat dua makam yang dipastikan bukan makam asli.

Untuk mencapai Viaduk Karduluk, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 2 kilometer dari Balai Desa Karduluk melalui jalan kampung. Lokasi ini menawarkan pemandangan laut yang indah dan pemandangan alam yang menawan, sehingga menjadi pilihan menarik bagi wisata sejarah dan alam.

Nilai Historis dan Pelestarian

Keberadaan Viaduk Karduluk menjadi bukti bahwa Pulau Madura tidak hanya kaya akan wisata bahari dan budaya, tetapi juga memiliki warisan sejarah infrastruktur yang bernilai tinggi. Dengan pelestarian yang baik, viaduk ini berpotensi menjadi destinasi wisata sejarah yang dapat menarik wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai sejarah perkeretaapian di Madura.

Baca juga:

Meskipun jalur kereta api di Madura telah lama berhenti beroperasi, Viaduk Karduluk menyisakan harapan agar sejarah transportasi di pulau tersebut tetap dikenang dan tidak hilang ditelan zaman.