Media KampungKementerian Koperasi mendorong agar koperasi pesantren tidak hanya berfungsi sebagai penopang kebutuhan internal, tetapi juga terintegrasi dalam rantai pasok ekonomi nasional. Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah menyatakan bahwa jaringan pesantren yang luas di berbagai daerah memiliki potensi besar untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan, mulai dari sektor pangan hingga jasa keuangan.

Farida menekankan bahwa selama ini kekuatan pesantren lebih banyak berperan di bidang pendidikan dan sosial. Padahal, jaringan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun ekosistem bisnis yang kuat melalui koperasi yang dikelola secara profesional. “Jaringan pesantren adalah jaringan yang paling kuat dari dulu hingga sekarang. Jika ini dikelola secara profesional, pesantren bisa menjadi mandiri dan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah atau donatur,” ujar Farida dalam keterangannya pada Selasa, 16 Juni 2026.

Ia menargetkan setiap pondok pesantren memiliki koperasi yang mandiri dan mampu berkolaborasi satu sama lain. Menurutnya, konektivitas antarkoperasi pesantren dapat menciptakan rantai pasok nasional yang lebih kokoh berbasis ekonomi rakyat. “Kita ingin koperasi-koperasi pesantren ini saling terkoneksi dalam rantai pasok ekonomi nasional, dari sektor pangan sampai jasa keuangan. Kalau ini terbangun, dampaknya akan sangat besar bagi penguatan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Farida optimistis bahwa profesionalisasi tata kelola koperasi pesantren akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kemandirian ekonomi umat. Hal ini sekaligus memperluas kontribusi pesantren terhadap perekonomian nasional. “Pesantren yang mandiri, tidak bergantung pada pihak lain. Yakni bentuk nyata dari perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara utuh,” ucap Farida.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.