Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto memberikan sapaan hangat kepada ribuan peserta aksi damai yang berlangsung di depan Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026. Momen ini terjadi usai Presiden menghadiri Rapat Paripurna DPR RI dan langsung mendapat sambutan antusias dari massa yang berkumpul sejak pagi.

Para peserta membawa spanduk berisi aspirasi terkait penguatan ekonomi rakyat kecil. Mereka berharap pembangunan ekonomi nasional dapat memberikan ruang dan kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat bawah untuk berkembang dan mandiri. Suasana aksi berlangsung kondusif dan tertib sepanjang kegiatan berlangsung.

Aiman Adnan, Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus berpihak pada rakyat kecil. Ia menyampaikan bahwa petani, nelayan, pedagang pasar, dan pelaku UMKM merupakan pilar utama dalam menopang ekonomi nasional. “Ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan segelintir kelompok besar, tapi harus memberi perhatian dan peluang yang sama bagi masyarakat kecil,” ujarnya.

Aiman juga menilai bahwa kebijakan ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yang menekankan prinsip kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial. Ia menambahkan bahwa aksi ini sekaligus menyuarakan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam melawan praktik monopoli dan kartel yang dianggap merugikan petani serta pedagang kecil.

Selain itu, massa aksi mendorong penguatan koperasi dan ekonomi desa agar akses modal masyarakat dapat diperluas. Mereka juga meminta pemerintah menjaga stabilitas harga hasil pertanian dan memperkokoh keberadaan pasar rakyat sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. “Ekonomi kerakyatan adalah cerminan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam sistem ekonomi nasional,” kata Aiman.

Presiden Prabowo yang hadir langsung di tengah massa, memberikan semangat baru bagi para peserta aksi dan menjadi momen langka setelah agenda kenegaraan. Aksi damai ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.