Media Kampung – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Moderat Nasional (PMN) untuk menguatkan nilai toleransi dan moderasi di tengah dinamika global yang semakin kompleks. Ajakan ini disampaikan saat pertemuan dengan jajaran PMN di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa 19 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Wapres Gibran menekankan pentingnya moderasi sebagai fondasi menjaga persatuan bangsa Indonesia yang majemuk. Dia meminta agar nilai-nilai tersebut diperkuat dari Sabang sampai Merauke agar kerukunan dan toleransi antar umat beragama tetap terjaga dengan baik.

Ketua Umum DPP PMN, Kiki Fauzi, mengungkapkan bahwa diskusi juga membahas kondisi global yang memerlukan penguatan pemikiran moderat. Menurutnya, tantangan dunia saat ini menuntut perluasan sikap moderat agar Indonesia dapat tetap stabil dan inklusif.

“Kami banyak membicarakan bagaimana konstelasi Indonesia dan dunia saat ini membutuhkan pemikiran-pemikiran yang moderat,” ujar Kiki Fauzi. Dia juga menyebut Wapres Gibran sebagai contoh pemimpin muda yang berhasil menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Dalam kesempatan yang sama, PMN memberikan penghargaan kepada Wapres Gibran sebagai Tokoh Moderat Masa Kini. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen Gibran dalam menjaga nilai-nilai toleransi dan kerukunan di tengah masyarakat yang beragam.

Wakil Ketua Umum DPP PMN, Enday Hidayat, turut menyampaikan apresiasi terhadap perhatian pemerintah, khususnya Wapres, terhadap pembangunan di Papua. Enday menyatakan bahwa Gibran aktif memastikan program-program pemerintah, termasuk pembangunan infrastruktur dan pendidikan, dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua.

“Kami berterima kasih karena Wapres benar-benar memperhatikan Papua, mulai dari infrastruktur hingga pendidikan,” ujar Enday. Ia menambahkan bahwa Wapres juga meminta organisasi kemasyarakatan untuk terus menjaga ruang dialog demi memperkuat toleransi dan moderasi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Permintaan Wapres tersebut menjadi penting mengingat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya membutuhkan sikap moderat agar tetap rukun dan inklusif. Upaya penguatan moderasi ini diharapkan dapat memperkokoh persatuan bangsa di tengah perubahan global yang dinamis.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.