Media Kampung – Mahasiswa dari BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (Unair) menggelar aksi darurat ekonomi di halaman Gedung FEB Unair, Surabaya, pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, mereka mendesak pemerintah segera menjalankan tujuh tuntutan utama yang telah disampaikan sejak tahun lalu.
Aksi ini dikemas dengan penyampaian aspirasi secara langsung, di mana mahasiswa membawa spanduk berisi kritik dan menyediakan tempat curhat untuk tiga tokoh nasional. Presiden Prabowo Subianto diwakili oleh cermin panjang dengan foto berbagai gaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ditempel di pohon, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang juga menjadi sasaran aspirasi.
Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB Unair, Yeni Mafrukah, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap kondisi bangsa yang membutuhkan koreksi kebijakan. “Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat yang masih berpihak pada cita-cita bangsa untuk mendesak pemerintah menindaklanjuti tujuh desakan ahli ekonomi yang telah disampaikan sejak tahun lalu,” ujar Yeni.
Tujuh tuntutan tersebut meliputi evaluasi menyeluruh pengelolaan APBN dan penghentian misalokasi anggaran; penjaminan independensi, transparansi, dan integritas institusi negara; penghentian dominasi negara yang mematikan UMKM dan pelaku usaha lokal; reformasi regulasi untuk meningkatkan kepercayaan investor dan membuka lapangan kerja berkualitas; prioritas kebijakan pengurangan ketimpangan sosial-ekonomi melalui perlindungan sosial tepat sasaran; penguatan penggunaan data dan penelitian dalam kebijakan; serta perbaikan kualitas demokrasi, tata kelola, dan partisipasi publik.
Yeni menambahkan bahwa mahasiswa tidak ingin sikap diam ditafsirkan sebagai persetujuan terhadap persoalan ekonomi yang terjadi. Saat ini, aksi baru sebatas penyampaian pernyataan sikap, namun jika kondisi semakin urgen, mereka akan melakukan konsolidasi untuk menentukan langkah selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan