Media Kampung – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman, meminta para pengusaha untuk mematuhi Harga Acuan Pembelian (HAP) penyerapan telur sebesar Rp 26.500 per kg. Langkah ini diambil sebagai upaya stabilisasi harga telur yang sempat tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Amran mengungkapkan bahwa harga telur ayam ras mulai menunjukkan perbaikan di sejumlah sentra produksi. Selain mengawal HAP, ia memastikan bahwa Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan sudah dikucurkan untuk peternak melalui Bulog.

“Kami minta kepada seluruh pengepul, pembeli telur, harga HAP-nya adalah Rp 26.500 per kg. Kemudian, kami juga sudah memberikan SPHP (untuk peternak) itu jagung dari Bulog,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (9/6).

Untuk memperkuat stabilisasi harga, Amran juga telah berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) agar meningkatkan serapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menyanggupi permintaan tersebut dan akan menyajikan menu telur lebih sering, yaitu tiga kali dalam seminggu.

“3 kali seminggu. Cepat itu nanti,” ujar Amran. Ia menambahkan bahwa pengawalan HAP akan melibatkan Satgas Pangan. Surat edaran akan dikirimkan kepada seluruh peternak dengan tembusan ke Satgas Pangan untuk memantau harga.

“Kami akan kirim surat Insya Allah hari ini, kepada seluruh peternak, tembusan Satgas Pangan agar memantau HPP ini kita kawal bersama, agar jangan merugikan peternak,” tegasnya.

Selain itu, Amran berencana mengusulkan agar sektor budidaya ayam masuk dalam daftar negatif investasi (negative list) kepada Kementerian Investasi/BKPM. Langkah ini bertujuan melindungi peternak rakyat dari investor besar yang dapat mengganggu ekonomi kecil. “Kalau rakyat Indonesia sudah sanggup. Kalau ada investor lain, suruh bergerak di sektor lain. Apakah di pabrik gula, hilirisasi tambang, tapi jangan mengganggu ekonomi rakyat kecil. Supaya ini sustain,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.