Media Kampung – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) sekaligus Penasihat Khusus Presiden bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan, Luhut Binsar Panjaitan, menyarankan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaksanakan secara bertahap. Menurutnya, implementasi yang terburu-buru menjadi penyebab utama berbagai masalah yang muncul di lapangan.
Dalam keterangannya di Kantor DEN, Jakarta, Rabu (24/6), Luhut menjelaskan bahwa program dengan anggaran Rp 1 triliun per hari ini sebenarnya memiliki dampak besar terhadap perekonomian. Namun, karena pelaksanaan yang terlalu cepat, banyak kendala teknis yang terjadi. “Jadi Rp 1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar. Hanya kemarin mungkin agak kita terlalu sedikit buru-buru sehingga banyak yang masalah di sini. Jadi nggak usah juga terlalu ribut lah, kan, sudah diselesaikan baik-baik juga semua,” ujarnya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bersama tim telah datang ke DEN untuk menerima masukan terkait program MBG. Luhut menekankan pentingnya efisiensi dan identifikasi masalah secara lebih mendalam. “Ya, sebenarnya efisiensi lagi. Jadi meng-identify masalah juga. Kenapa harus semua sekaligus, kan, bisa dibikin bertahap sehingga sampai kita lebih paham,” kata Luhut.
Dengan pendekatan bertahap, Luhut optimistis program MBG akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dalam waktu 6 bulan hingga 1 tahun ke depan. “Saya yakin dalam 6 bulan, 1 tahun ke depan pasti akan jauh lebih baik. Dan ini kami terus terang punya kepentingan supaya mendorong juga pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih berkoordinasi terkait evaluasi kebutuhan anggaran MBG dan akan meminta masukan dari Presiden Prabowo Subianto maupun BGN. Mensesneg Prasetyo Hadi juga mengomentari opsi pemangkasan anggaran, namun menegaskan bahwa yang dimaksud adalah pengurangan kebutuhan anggaran berdasarkan hasil perhitungan, bukan pemangkasan. “Bukan pemangkasan, ya, tapi dari hasil perhitungan kita meyakini bahwa akan ada pengurangan kebutuhan anggaran dari program Makan Bergizi Gratis ini. Makanya kami minta waktu untuk juga menghitung dengan Kementerian Keuangan maupun dengan BGN,” kata Prasetyo di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (11/6).
Prasetyo menjelaskan bahwa penataan program MBG akan dilakukan secara menyeluruh dan ditargetkan rampung dalam satu bulan. Ia memastikan pembahasan anggaran tidak akan mengganggu pelaksanaan MBG di lapangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan