Media Kampung – PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp 16.250 per liter dan Pertamax Green 95 menjadi Rp 17.000 per liter mulai Rabu, 10 Juni 2026. Kenaikan ini berlaku di seluruh wilayah pemasaran Pertamina dan memicu kekhawatiran publik akan lonjakan beban pengeluaran serta potensi migrasi konsumen ke BBM bersubsidi.

Sebelumnya, harga Pertamax berada di angka Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green 95 Rp 12.900 per liter. Artinya, terjadi lonjakan sebesar Rp 3.950 atau 32,1 persen untuk Pertamax. Sementara itu, harga Pertalite tetap Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menyatakan bahwa penyesuaian harga ini telah melalui evaluasi sesuai formula harga yang ditetapkan pemerintah. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga keberlanjutan penyediaan energi dan distribusi BBM berkualitas.

Dampak kenaikan ini langsung terasa pada biaya operasional kendaraan. Sebagai contoh, pemilik Toyota Avanza dengan kapasitas tangki 43 liter kini harus merogoh kocek Rp 698.750 untuk sekali pengisian penuh, naik Rp 167.700 dari sebelumnya Rp 531.050. Sementara pemilik Mitsubishi Xpander (45 liter) perlu menyiapkan Rp 731.250 per full tank.

Pertamina memastikan bahwa harga BBM nonsubsidi lainnya seperti Pertamax Turbo (Rp 20.750/liter), Dexlite (Rp 23.000/liter), dan Pertamina Dex (Rp 24.800/liter) tidak berubah. Pasokan BBM di lapangan juga dijamin aman untuk mengantisipasi potensi peningkatan permintaan pada produk subsidi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.